Harga emas (XAU/USD) gagal mempertahankan momentum pemulihannya dari level terendah dalam lebih dari sepekan terakhir, dan diperdagangkan di bawah level $4.050 sepanjang paruh pertama sesi Eropa pada Rabu. Pelaku pasar memilih bersikap wait-and-see menjelang hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung selama dua hari.
Dolar AS (USD) tercatat melemah untuk hari kedua berturut-turut dan diperdagangkan di bawah level tertinggi bulanannya yang sempat tercatat pada Selasa. Pelemahan mata uang tersebut turut menjadi faktor pendukung bagi harga emas. Namun, eskalasi baru ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran membantu membatasi pelemahan dolar lebih lanjut, sekaligus turut membatasi ruang kenaikan emas menjelang keputusan bank sentral yang dinanti pasar.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran melancarkan serangan mendadak terhadap pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut dengan menembakkan sejumlah rudal balistik pada Selasa malam waktu setempat. Central Command (Centcom) Amerika Serikat menyatakan bahwa seluruh rudal Iran berhasil dicegat, dan menegaskan bahwa pasukan AS tetap berada pada tingkat kesiapan tinggi.
Dalam pernyataan lanjutan, Centcom mengungkapkan bahwa pasukan Amerika Serikat dan Arab Saudi telah menyerang sejumlah lokasi logistik dan senjata milik kelompok yang diidentifikasi sebagai teroris di Irak timur. Serangan balasan itu dilakukan menyusul lebih dari 30 serangan drone yang terjadi dalam tiga hari terakhir, yang diduga dilakukan oleh kelompok yang berafiliasi dengan Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memperingatkan bahwa negaranya akan melancarkan aksi militer yang lebih kuat terhadap Iran, termasuk menargetkan infrastruktur utama negara tersebut, apabila jalur diplomatik tidak segera membuahkan penyelesaian atas krisis yang berlangsung. Pernyataan ini menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi dan berpotensi mendukung penguatan dolar AS sebagai aset safe haven.
Di sisi lain, kekhawatiran atas potensi gangguan besar terhadap pasokan energi global turut memicu pemulihan tajam pada harga minyak mentah. Kondisi ini kembali menghidupkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi pasar terhadap setidaknya satu kali kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat.
Menambah tekanan di kawasan tersebut, kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran di Yaman dilaporkan menembakkan rudal ke arah kapal tanker minyak milik Arab Saudi, dengan alasan pelanggaran terhadap larangan navigasi maritim yang diberlakukan terhadap kapal-kapal Saudi.
Ketegangan yang terus berlanjut antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz turut mendorong harga minyak mentah mencatat pemulihan signifikan dari level terendah dalam lebih dari dua pekan terakhir, yang sempat tersentuh pada Selasa. Kombinasi faktor-faktor fundamental ini menegaskan prospek positif jangka pendek bagi dolar AS, sehingga investor disarankan untuk tetap berhati-hati sebelum mengambil posisi terhadap potensi penguatan signifikan harga emas.
Grafik Harian XAU/USD
Analisis Teknis: Pembeli Emas Tampak Ragu, Peluang Pelemahan Lanjutan Masih Terbuka
Pergerakan harga emas dalam rentang yang terbentuk sejak 19 Juni dapat dikategorikan sebagai fase konsolidasi bearish, dengan latar belakang penembusan di bawah level Simple Moving Average (SMA) 200 hari yang secara teknis signifikan. Kesenjangan yang masih lebar antara harga spot dan SMA jangka panjang tersebut mengindikasikan bahwa tren yang lebih luas masih berada dalam tekanan, meskipun sempat terjadi stabilisasi dalam beberapa waktu terakhir.
Indikator Relative Strength Index (RSI) tercatat berada di sekitar level 43, mempertahankan momentum di wilayah yang sedikit negatif. Di sisi lain, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan kenaikan tipis, yang mengindikasikan adanya upaya pemulihan meski masih bersifat tentatif di tengah struktur harga yang masih tertekan. Dengan kondisi tersebut, setiap upaya pemulihan berpotensi menghadapi hambatan terdekat di sekitar level $4.050.
Baca juga, Emas Bertahan di Sekitar $5.000, Pasar Menanti Data PDB dan Inflasi PCE AS
Lebih jauh ke atas, batas atas kisaran perdagangan di sekitar $4.200 diperkirakan akan menjadi penghalang utama yang harus ditembus. Penutupan harian di atas level tersebut dinilai diperlukan untuk meredakan bias bearish yang lebih luas, sekaligus membuka jalan bagi kenaikan lanjutan menuju level SMA 200 hari di kisaran $4.493,65.
Sementara itu, di sisi bawah, level $4.000 yang diikuti oleh area $3.965 sebagai ujung bawah kisaran perdagangan, berpotensi memberikan support bagi harga emas. Meski demikian, pasangan aset XAU/USD dinilai masih rentan terhadap pelemahan lebih lanjut, kecuali para pembeli mampu membangun basis kekuatan di atas level-level support tersebut.
