Harga Emas Tertahan di Bawah Resistance, Sentimen Geopolitik dan Dolar AS Jadi Penekan

Harga Emas Tertahan di Bawah Resistance, Sentimen Geopolitik dan Dolar AS Jadi Penekan

Harga emas (XAU/USD) masih mempertahankan kenaikan moderat pada perdagangan Kamis menjelang sesi Eropa. Namun, penguatan tersebut belum menunjukkan momentum yang kuat dan tetap bergerak di bawah level tertinggi dalam hampir empat pekan yang dicapai sebelumnya.

Pergerakan emas tertahan di tengah kombinasi faktor geopolitik dan penguatan Dolar AS (USD) sebagai aset safe haven, yang membatasi potensi kenaikan lebih lanjut.


Ketegangan di Timur Tengah Jaga Permintaan Dolar AS

Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar. Blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran telah diberlakukan sepenuhnya setelah berakhirnya pembicaraan sebelumnya.

Pihak militer Iran bahkan menyatakan kemungkinan menghentikan jalur perdagangan di wilayah Teluk jika blokade tidak dicabut. Di sisi lain, Iran juga mensyaratkan penghentian serangan Israel terhadap Lebanon sebagai bagian dari proses negosiasi.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum menunjukkan komitmen terhadap gencatan senjata dan justru menginstruksikan peningkatan pengamanan di zona konflik. Kondisi ini menjaga ketidakpastian global tetap tinggi dan mendorong permintaan terhadap Dolar AS, sehingga menahan kenaikan harga emas.


Optimisme Diplomasi Redam Sentimen Safe Haven

Meski ketegangan masih berlangsung, pasar juga mendapatkan dorongan dari optimisme bahwa konflik dapat segera mereda. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang dengan Iran kemungkinan akan segera berakhir.

Gedung Putih juga menunjukkan sikap optimistis terkait peluang tercapainya kesepakatan damai. Selain itu, terdapat laporan bahwa putaran baru perundingan antara AS dan Iran berpotensi berlangsung dalam waktu dekat.

Sentimen ini mendorong kondisi risk-on di pasar global dan turut menekan harga minyak mentah, yang saat ini bergerak mendekati level terendah dalam tiga pekan.


Ekspektasi Kebijakan The Fed Batasi Pergerakan Dolar

Dari sisi kebijakan moneter, ekspektasi terhadap Federal Reserve (The Fed) juga menjadi perhatian pelaku pasar. Berdasarkan proyeksi dari CME FedWatch Tool, peluang pelonggaran kebijakan moneter masih diperkirakan terjadi dalam jangka menengah.

Hal ini membatasi penguatan Dolar AS secara signifikan dan memberikan dukungan terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).


Emas Masih Gagal Tembus Resistance SMA 200

Secara teknikal, harga emas masih bergerak di bawah level Simple Moving Average (SMA) 200 di sekitar $4.831, yang menjadi resistance penting dalam jangka pendek.

Indikator teknikal menunjukkan:

  • MACD mulai bergerak ke area positif
  • RSI berada di sekitar level 60

Kondisi ini mengindikasikan adanya momentum bullish, namun belum cukup kuat untuk menembus resistance utama.


Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Jika harga berhasil menembus SMA 200 secara konsisten, potensi kenaikan selanjutnya mengarah ke:

  • $4.916 (Fibonacci 61,8%)
  • $5.136
  • $5.416 (level tertinggi siklus)

Sementara itu, pada sisi bawah, level support terdekat berada di:

  • $4.761 (Fibonacci 50%)
  • $4.607 (Fibonacci 38,2%)
  • $4.416 (Fibonacci 23,6%)

Level-level tersebut menjadi area penting jika tekanan jual kembali meningkat dalam jangka pendek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this content