pound

Pound Sterling Bertahan di Area Tertinggi, Pasar Optimistis BoE Tempuh Pelonggaran Bertahap pada 2026

Pound Sterling bergerak stabil di dekat level tertinggi terbaru seiring ekspektasi siklus pelonggaran moneter BoE yang moderat pada 2026 dan pelemahan dolar AS.

Pound Sterling Awali Pekan dengan Pergerakan Tenang

Pound Sterling (GBP) diperdagangkan relatif stabil terhadap mayoritas mata uang utama dunia pada awal pekan terakhir tahun 2025. Mata uang Inggris tersebut bertahan di dekat level tertinggi terbarunya, khususnya terhadap Dolar AS (USD), dengan pasangan GBP/USD bergerak di sekitar 1,3500. Pergerakan yang cenderung datar ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pergantian tahun, di tengah ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan menjalankan siklus pelonggaran moneter yang bertahap dan terukur pada 2026.

Kondisi pasar yang relatif sepi akibat berkurangnya likuiditas jelang libur Tahun Baru turut menahan volatilitas. Namun demikian, Pound Sterling tetap menunjukkan ketahanan, didukung oleh perbedaan prospek kebijakan moneter antara Inggris dan Amerika Serikat.

Ekspektasi Pelonggaran Moderat BoE Dukung GBP

Investor secara luas memperkirakan bahwa BoE tidak akan memangkas suku bunga secara agresif pada tahun depan. Meskipun inflasi di Inggris telah melandai dalam beberapa bulan terakhir, tingkat inflasi masih berada jauh di atas target 2% bank sentral, sehingga membatasi ruang bagi pelonggaran cepat.

Data terbaru menunjukkan inflasi Inggris turun menjadi 3,2% secara tahunan (YoY) pada November, dari puncaknya di kisaran 3,8% selama periode Juli hingga September. Penurunan ini memberikan sinyal positif, namun belum cukup kuat untuk mendorong BoE mengambil sikap dovish yang lebih dalam.

Dalam pernyataan kebijakan moneternya bulan ini, BoE menegaskan bahwa arah kebijakan moneter akan tetap berada pada jalur penurunan suku bunga yang bertahap, dengan keputusan yang sangat bergantung pada perkembangan data inflasi dan kondisi ekonomi domestik.

Likuiditas Tipis Jelang Tahun Baru

Dalam jangka pendek, Pound Sterling diperkirakan akan bergerak relatif datar. Aktivitas pasar cenderung terbatas karena banyak pelaku pasar global mengurangi eksposur menjelang libur 1 Januari, sehingga volume transaksi menyusut. Situasi ini biasanya membuat pergerakan harga lebih teknikal dan rentan terhadap fluktuasi kecil tanpa katalis fundamental besar.

Meskipun demikian, posisi Pound Sterling yang berada di dekat level tertinggi menunjukkan bahwa sentimen terhadap mata uang Inggris tetap konstruktif, terutama jika dibandingkan dengan dolar AS yang masih berada di bawah tekanan.

Dolar AS Tertekan oleh Ekspektasi Pelonggaran The Fed

Selama perdagangan sesi Eropa pada hari Senin, GBP/USD bergerak dalam kisaran sempit antara 1,3477 hingga 1,3534, sementara Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan hati-hati di sekitar 98,00, dekat dengan level terendah 12 minggu di 97,75.

Dolar AS melemah secara luas karena pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melanjutkan siklus pelonggaran moneter yang lebih agresif pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan CME FedWatch Tool, terdapat probabilitas sekitar 73,3% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya 50 basis poin sepanjang 2026.

Ekspektasi ini kontras dengan proyeksi resmi para pejabat The Fed yang tercermin dalam dot plot terbaru. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa suku bunga acuan AS diperkirakan berada di kisaran 3,4% pada akhir 2026, yang mengindikasikan hanya satu kali pemangkasan dari kisaran saat ini 3,50%–3,75%.

Spekulasi Dovish The Fed Kian Menguat

Spekulasi mengenai arah kebijakan The Fed semakin meningkat seiring munculnya pandangan bahwa kepemimpinan bank sentral AS ke depan akan lebih condong ke arah dovish. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyuarakan pandangannya dengan menyatakan bahwa ia menginginkan Ketua The Fed berikutnya menurunkan suku bunga, bahkan jika pasar keuangan menunjukkan kinerja yang solid.

Pernyataan ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa tekanan politik dapat mendorong kebijakan moneter yang lebih akomodatif, yang pada gilirannya menekan dolar AS dan memberikan ruang bagi mata uang lain, termasuk Pound Sterling, untuk menguat.

Untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS, investor kini menantikan risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dijadwalkan dirilis pada hari Selasa. Dokumen ini diharapkan memberikan petunjuk tambahan terkait pandangan internal The Fed terhadap inflasi, pertumbuhan, dan jalur suku bunga ke depan.

Analisis Teknis: GBP/USD Tetap Konstruktif

Dari sisi teknikal, pasangan GBP/USD menunjukkan struktur yang relatif kuat. Pada grafik harian, harga diperdagangkan di sekitar 1,3488, bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 20-hari yang berada di 1,3398. Kemiringan EMA yang menanjak mengindikasikan adanya tekanan beli yang konsisten dalam beberapa pekan terakhir.

Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di level 66, mencerminkan momentum bullish yang sehat tanpa menunjukkan kondisi jenuh beli. Hal ini membuka peluang bagi GBP/USD untuk mempertahankan bias positif dalam jangka pendek.

Dari perspektif Fibonacci, retracement 61,8% di level 1,3495—diukur dari puncak 1,3794 hingga dasar 1,3011—bertindak sebagai area resistance penting. Penembusan yang meyakinkan di atas level ini berpotensi membuka jalan menuju retracement 78,6% di sekitar 1,3626.

Pound Sterling memasuki akhir tahun dengan posisi yang relatif kuat, diperdagangkan tenang di dekat level tertinggi terbaru. Ekspektasi bahwa Bank of England akan menjalankan pelonggaran moneter secara moderat pada 2026, dikombinasikan dengan tekanan terhadap dolar AS akibat spekulasi kebijakan The Fed yang lebih dovish, menjadi faktor utama pendukung GBP. Dalam jangka pendek, pergerakan diperkirakan tetap terbatas karena likuiditas menipis, namun struktur teknikal dan sentimen fundamental masih cenderung mendukung Pound Sterling.

One thought on “Pound Sterling Bertahan di Area Tertinggi, Pasar Optimistis BoE Tempuh Pelonggaran Bertahap pada 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this content