Pound Sterling Stabil Menjelang Data PDB Inggris Q2
Mata uang Pound Sterling (GBP) menunjukkan pergerakan yang relatif stabil terhadap mata uang major lainnya pada perdagangan hari Rabu. Pasar berada dalam kondisi wait-and-see karena pelaku pasar menantikan publikasi data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II Inggris yang dijadwalkan rilis pada hari Kamis.
Proyeksi Ekonomi Inggris Mengkhawatirkan
Konsensus ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Inggris akan melambat drastis menjadi hanya 0,1% pada kuartal kedua, turun signifikan dari ekspansi 0,7% di periode sebelumnya. Dari segi year-on-year, ekonomi diproyeksikan tumbuh 1%, angka ini berada di bawah perkiraan Bank of England (BoE) sebesar 1,25% yang disampaikan dalam keputusan kebijakan moneter pekan lalu. Sebagai perbandingan, kuartal pertama tahun ini mencatat pertumbuhan tahunan 1,3%.
Perlambatan pertumbuhan PDB ini akan memberikan tekanan tambahan bagi otoritas Bank of England, terutama di tengah kekhawatiran mereka terhadap inflasi yang masih tinggi. BoE baru-baru ini merevisi naik proyeksi Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk 12 bulan ke depan menjadi 2,7%, naik dari estimasi sebelumnya 2,4%.
Kondisi Pasar Tenaga Kerja Memburuk
Situasi ketenagakerjaan yang memburuk akibat peningkatan kontribusi employer terhadap program jaminan sosial menjadi fokus utama para pembuat kebijakan BoE. Data terkini menunjukkan proyeksi penurunan lowongan kerja sebesar 44.000 posisi menjadi 718.000 untuk periode Mei-Juli. Sementara itu, estimasi awal jumlah karyawan terdaftar untuk Juli mengalami kontraksi 8.000 orang.
Hasil survei lowongan kerja mengindikasikan bahwa sejumlah perusahaan kemungkinan akan menunda perekrutan karyawan baru atau tidak menggantikan pekerja yang keluar.
Dinamika Perdagangan GBP/USD
Pergerakan Harian Pound Sterling vs Dolar AS:
- GBP berhasil mempertahankan level di atas 1,3500 terhadap USD selama sesi perdagangan Eropa pada Rabu, melanjutkan momentum kenaikan dari hari sebelumnya
- Pasangan GBP/USD terus mengalami apresiasi seiring melemahnya Dolar AS akibat meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve di pertemuan September
- Indeks Dolar AS (DXY) saat ini diperdagangkan di sekitar level terendah dua minggu dekat 98,00
- Tool CME FedWatch menunjukkan probabilitas The Fed memangkas suku bunga September meningkat ke 94% dari 86% pada Senin lalu
Faktor-Faktor Pendorong Sentiment Dovish Fed
Para trader memperkuat posisi dovish terhadap Fed setelah data IHK AS tidak menunjukkan dampak signifikan dari tarif terhadap tingkat harga. Detail inflasi:
- Inflasi headline tumbuh 2,7% year-on-year, di bawah ekspektasi 2,8%
- Core CPI (tanpa volatile food & energy) naik 3,1%, melampaui konsensus 3% dan pembacaan sebelumnya 2,9%
Meski demikian, beberapa analis berpendapat bahwa pemotongan suku bunga September masih belum pasti mengingat masih ada data ketenagakerjaan dan inflasi sebelum pertemuan kebijakan bulan depan. Commonwealth Bank of Australia menyatakan bahwa satu laporan saja bisa mengubah arah debat kebijakan, sehingga perlu menunggu data lengkap sebelum membuat kesimpulan tegas.
Investor akan mengikuti pidato pejabat Fed hari ini: Thomas Barkin (Richmond Fed), Raphael Bostic (Atlanta Fed), dan Austan Goolsbee (Chicago Fed) untuk mendapatkan sinyal kebijakan moneter AS.
Analisis Teknikal GBP/USD
Pound Sterling mempertahankan posisi di sekitar 1,3520 terhadap Dolar AS. Tren jangka pendek pasangan ini menunjukkan bias bullish karena trading di atas Exponential Moving Average (EMA) 20-hari di level 1,3425.
Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada mendekati 60,00. Momentum bullish baru akan terbentuk jika RSI berhasil menembus level tersebut.
Level Kritis:
- Support utama: 1,3140 (low 1 Agustus)
- Resistance utama: 1,3790 (high 1 Juli)