usd

EUR/USD Kokoh di Atas 1,1750

Pasangan EUR/USD bertahan di atas level 1,1750 seiring sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis Risalah FOMC Desember, ketidakpastian geopolitik Ukraina-Rusia, serta ekspektasi lanjutan penurunan suku bunga The Fed pada 2026.

Pasar Tahan Napas Menjelang Risalah FOMC dan Arah Suku Bunga The Fed

Pasangan mata uang EUR/USD menunjukkan ketahanan dengan bertahan di atas level psikologis 1,1750, meskipun pergerakannya relatif terbatas. Pada sesi perdagangan Asia hari Selasa, pasangan ini diperdagangkan di kisaran 1,1770, menandai stabilisasi setelah mencatat penurunan ringan selama empat hari berturut-turut sebelumnya. Minimnya volatilitas mencerminkan sikap wait and see para pelaku pasar menjelang agenda penting, yakni rilis Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Desember.

Pasar global saat ini berada dalam fase kehati-hatian yang tinggi. Investor enggan mengambil posisi agresif sebelum mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) untuk tahun 2026. Risalah FOMC dipandang krusial karena dapat memberikan petunjuk mengenai seberapa kuat komitmen bank sentral AS terhadap pelonggaran kebijakan, terutama di tengah inflasi yang belum sepenuhnya kembali ke target dan pasar tenaga kerja yang mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Dolar AS Tertekan Ekspektasi Penurunan Suku Bunga

Dari sisi fundamental, Dolar AS (USD) menghadapi tekanan moderat akibat meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kelanjutan siklus pelonggaran moneter The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas suku bunga acuan The Fed akan dipertahankan pada pertemuan Januari berada di kisaran 83,9%, meningkat dibandingkan pekan sebelumnya. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah pandangan jangka menengah, di mana pasar masih memperkirakan dua kali penurunan suku bunga tambahan pada tahun 2026.

Ekspektasi ini berakar pada keputusan The Fed pada pertemuan Desember lalu, ketika bank sentral AS menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin, sehingga kisaran target berada di level 3,50%–3,75%. Sepanjang tahun 2025, The Fed telah memangkas suku bunga secara total sebesar 75 basis poin, merespons pelemahan bertahap di pasar tenaga kerja serta kebutuhan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Meski inflasi AS belum sepenuhnya jinak, para pembuat kebijakan tampak semakin berhati-hati agar kebijakan moneter yang terlalu ketat tidak menghambat pemulihan ekonomi. Kondisi inilah yang membuat Dolar AS kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset berimbal hasil tinggi, sehingga membuka ruang bagi EUR/USD untuk tetap bertahan di area yang lebih tinggi.

Risiko Geopolitik Membayangi Euro

Di sisi lain, mata uang Euro (EUR) tidak sepenuhnya berada di posisi aman. Sentimen risiko global kembali terganggu oleh perkembangan geopolitik, khususnya konflik Ukraina-Rusia yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pernyataan terbaru dari pejabat tinggi Rusia yang menyebutkan bahwa sikap negosiasi Moskow dapat berubah setelah dugaan serangan terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin, menambah ketidakpastian di pasar.

Ketegangan geopolitik biasanya mendorong aliran dana ke aset safe haven, termasuk Dolar AS. Namun, dalam konteks saat ini, dampak negatif terhadap Euro relatif terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar lebih memfokuskan perhatian pada perbedaan arah kebijakan moneter antara bank sentral utama dunia dibandingkan faktor geopolitik semata.

Divergensi Kebijakan ECB dan The Fed Jadi Penopang

Salah satu faktor utama yang membatasi pelemahan Euro adalah divergensi kebijakan antara Bank Sentral Eropa (ECB) dan Federal Reserve. Pada pertemuan Desember, ECB memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya, seraya mengisyaratkan bahwa kebijakan moneter kemungkinan akan tetap stabil untuk beberapa waktu ke depan.

Presiden ECB, Christine Lagarde, menekankan bahwa tingkat ketidakpastian global yang tinggi—baik dari sisi geopolitik maupun ekonomi—membuat bank sentral sulit memberikan panduan ke depan yang tegas terkait arah suku bunga. Namun, pesan utama yang ditangkap pasar adalah bahwa ECB tidak terburu-buru untuk melonggarkan kebijakan, berbeda dengan The Fed yang sudah berada dalam fase penurunan suku bunga.

Perbedaan pendekatan ini menciptakan dukungan struktural bagi EUR/USD. Ketika The Fed diperkirakan melanjutkan pemangkasan suku bunga sementara ECB cenderung menahan diri, selisih imbal hasil antara aset berdenominasi dolar dan euro berpotensi menyempit, sehingga meningkatkan daya tarik mata uang Euro.

Fokus Pasar ke Depan

Dalam jangka pendek, arah pergerakan EUR/USD sangat bergantung pada nada Risalah FOMC. Jika dokumen tersebut mengindikasikan sikap yang lebih dovish—misalnya kekhawatiran yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi atau pasar tenaga kerja—Dolar AS berpotensi melemah lebih lanjut, membuka peluang penguatan EUR/USD menuju level resistensi berikutnya.

Sebaliknya, jika Risalah FOMC menegaskan komitmen The Fed untuk tetap berhati-hati terhadap inflasi dan menahan penurunan suku bunga lebih lanjut, pasangan ini bisa kembali menghadapi tekanan. Namun selama tetap bertahan di atas area 1,1750, prospek jangka pendek EUR/USD masih cenderung stabil.

Secara keseluruhan, EUR/USD saat ini berada dalam fase konsolidasi, dengan pelaku pasar menunggu katalis yang lebih kuat untuk menentukan arah selanjutnya. Kombinasi antara kehati-hatian menjelang Risalah FOMC, ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed, ketidakpastian geopolitik, serta perbedaan kebijakan ECB dan The Fed akan terus menjadi faktor utama yang membentuk dinamika pasangan mata uang ini dalam waktu dekat.

One thought on “EUR/USD Kokoh di Atas 1,1750

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this content