Dolar AS Tersendat di SMA 100 Hari
Indeks Dolar AS (DXY) kesulitan menembus SMA 100 hari di kisaran 98,60. Sinyal teknikal masih condong bearish, membuka peluang pelemahan lanjutan meski tekanan mulai mereda.
Tekanan Bearish Masih Membayangi DXY
Indeks Dolar AS (DXY) mengawali pekan perdagangan terbaru dengan nada yang relatif lemah setelah gagal mempertahankan momentum penguatan yang terbentuk pada akhir pekan lalu. Setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam satu minggu pada perdagangan Jumat, pergerakan Greenback kembali tersendat dan berbalik melemah pada awal sesi Eropa hari Senin. Kondisi ini menandakan bahwa upaya pemulihan dari level terendah sejak awal Agustus masih belum sepenuhnya meyakinkan pelaku pasar.
Pada perdagangan terkini, DXY terlihat bergerak di area pertengahan 98,00-an, turun sekitar 0,10% secara harian. Pelemahan ini sekaligus mematahkan rangkaian kenaikan tiga hari berturut-turut yang sebelumnya memberi harapan akan pemulihan yang lebih berkelanjutan. Namun, kenyataannya, tekanan teknikal di area resistance utama kembali membatasi ruang gerak indeks dolar.
SMA 100 Hari Jadi Penghalang Utama
Salah satu faktor kunci yang menahan laju penguatan DXY adalah posisi Simple Moving Average (SMA) 100 hari yang berada di sekitar level 98,61. Setelah sempat menanjak pada periode sebelumnya, SMA 100 hari kini mulai bergerak mendatar, mencerminkan melemahnya kekuatan tren. Harga yang kembali bergerak di bawah indikator ini mengonfirmasi bahwa SMA 100 hari masih berfungsi sebagai resistance jangka menengah yang signifikan.
Selama DXY belum mampu mencatatkan penutupan harian yang solid di atas SMA 100 hari, bias pasar cenderung tetap mengarah ke sisi bearish. Kegagalan menembus area ini membuka peluang bagi indeks untuk kembali menguji zona support yang lebih rendah. Sebaliknya, hanya pergerakan yang konsisten dan disertai volume di atas SMA 100 hari yang dapat meredam tekanan negatif dan mengubah persepsi pasar terhadap prospek dolar AS.
Kemiringan SMA yang relatif datar juga mengindikasikan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi, tanpa arah tren yang benar-benar dominan. Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga cenderung lebih sensitif terhadap sentimen jangka pendek dan rilis data ekonomi.
Indikator Momentum Masih Belum Mendukung Bullish
Dari sisi momentum, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan sinyal yang kurang mendukung penguatan. Garis MACD tetap berada di bawah garis sinyal dan juga masih berada di wilayah negatif. Meski demikian, terdapat tanda-tanda awal bahwa tekanan bearish mulai mereda, tercermin dari pergerakan MACD yang perlahan mendekati level nol.
Namun, hingga saat ini, crossover bullish yang sering dianggap sebagai sinyal pembalikan tren belum terbentuk. Hal ini membuat pelaku pasar masih bersikap hati-hati dalam mengantisipasi potensi penguatan lanjutan DXY. Tanpa konfirmasi teknikal yang kuat, setiap reli cenderung dipandang sebagai peluang koreksi sementara, bukan awal dari tren naik baru.
Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di kisaran 42,99, masih di bawah level netral 50. Posisi ini mencerminkan bahwa momentum pasar masih condong ke arah tekanan jual, meskipun tidak berada dalam kondisi jenuh jual. Jika RSI mampu bergerak naik dan menembus level 50, hal tersebut dapat menjadi sinyal awal stabilisasi sentimen dan membuka peluang konsolidasi yang lebih sehat.
Peluang dan Risiko ke Depan
Secara keseluruhan, konfigurasi teknikal DXY saat ini masih menunjukkan bias bearish ringan. Selama indeks tetap bergerak di bawah SMA 100 hari, risiko penurunan lanjutan tetap terbuka. Support terdekat diperkirakan berada di area bawah 98,00, yang sebelumnya berfungsi sebagai zona penopang psikologis. Penembusan ke bawah level ini dapat memicu tekanan tambahan dan memperpanjang tren pelemahan.
Di sisi lain, jika DXY mampu kembali menguat dan menembus SMA 100 hari secara meyakinkan, fokus pasar akan bergeser ke potensi kenaikan jangka pendek. Level tersebut akan berubah fungsi dari resistance menjadi support, membuka ruang bagi penguatan menuju area psikologis berikutnya di kisaran 99,00.
Namun, untuk saat ini, sentimen pasar masih cenderung defensif. Minimnya katalis kuat dan ketidakpastian arah kebijakan moneter global membuat pelaku pasar memilih menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum mengambil posisi agresif. Oleh karena itu, pergerakan DXY dalam waktu dekat kemungkinan masih akan didominasi oleh fluktuasi terbatas dengan kecenderungan melemah.
Indeks Dolar AS masih menghadapi tantangan signifikan untuk melanjutkan pemulihan setelah gagal menembus SMA 100 hari. Indikator teknikal seperti MACD dan RSI menunjukkan bahwa tekanan bearish memang mulai berkurang, tetapi belum cukup kuat untuk membalikkan tren. Selama DXY bertahan di bawah area resistance kunci, risiko penurunan tetap membayangi. Investor dan trader disarankan untuk tetap waspada, menanti konfirmasi teknikal yang lebih jelas sebelum mengantisipasi perubahan arah yang lebih tegas pada pergerakan dolar AS.

One thought on “Dolar AS Tersendat di SMA 100 Hari”