IHSG Diprediksi Menguat: Optimisme Asing dan Laporan Emiten Dorong Pasar ke Level 8.320
IHSG hari ini diproyeksikan bergerak positif di kisaran 8.127–8.320, ditopang oleh arus dana asing, laporan keuangan emiten, serta penguatan bursa global. Sentimen positif juga datang dari kerja sama strategis sektor teknologi dan tren optimisme di pasar global.
Sentimen Emiten dan Sektor Teknologi Menguatkan Pasar
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak positif pada perdagangan hari ini, Jumat (24/10/2025), dengan rentang pergerakan di kisaran 8.127 hingga 8.320. Optimisme investor domestik dan asing mendorong pasar saham Indonesia untuk melanjutkan tren penguatan setelah pekan sebelumnya menembus rekor tertinggi baru.
Menurut riset Ajaib Sekuritas, pergerakan positif IHSG masih ditopang oleh kombinasi sentimen domestik dan global. Dari dalam negeri, indeks acuan utama mencatatkan penguatan solid, diikuti oleh lonjakan saham-saham blue chip yang menjadi pilar utama penggerak pasar. Indeks IDX30 tercatat naik 2,66%, sedangkan LQ45 melonjak 2,70%, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek saham berkapitalisasi besar.
Selain itu, investor asing mencatat inflow signifikan dengan total dana masuk ke pasar ekuitas domestik mencapai Rp1,084 triliun. Arus modal asing ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar global kembali memandang Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Jika diakumulasi sejak awal tahun (year-to-date/YtD), IHSG mencatatkan apresiasi sebesar 16,97% hingga 23 Oktober 2025. Penguatan ini sekaligus menandai performa konsisten bursa Indonesia yang terus mencatatkan pertumbuhan positif dalam beberapa kuartal terakhir.
Dari sisi korporasi, salah satu kabar positif datang dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) yang menjalin kerja sama multi-tahunan dengan raksasa teknologi global Qualcomm. Kolaborasi strategis ini berfokus pada pengembangan layanan Fixed Wireless Access (FWA) berbasis platform Dragonwing di spektrum 1,4 GHz.
Inisiatif ini menargetkan 25 juta rumah tangga di seluruh Indonesia dalam lima tahun ke depan, guna mempercepat pemerataan akses internet di daerah tertinggal dan memperkuat digitalisasi nasional. Keberhasilan proyek ini diyakini akan memberikan sentimen positif bagi saham sektor teknologi dan infrastruktur digital di Bursa Efek Indonesia.
Selain itu, musim laporan keuangan emiten kuartal III/2025 juga menjadi faktor pendorong penguatan pasar. Banyak perusahaan besar diprediksi membukukan kinerja solid, terutama di sektor keuangan, telekomunikasi, dan industri konsumen. Kinerja positif emiten tersebut memberi sinyal bahwa ekonomi domestik masih tumbuh kuat meskipun tekanan global belum sepenuhnya mereda.
Dukungan dari Bursa Global dan Wall Street
Dari mancanegara, Bursa Wall Street ditutup kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 0,31%, sementara Nasdaq melonjak 0,89%, didorong oleh musim laporan keuangan perusahaan teknologi besar.
Salah satu penggerak utama adalah Intel Corporation (NASDAQ: INTC) yang mencatat lonjakan saham sebesar 3,36% pada perdagangan reguler dan 7,71% di sesi after hours. Perusahaan ini melaporkan pendapatan kuartal ketiga naik 3% year-on-year menjadi USD 13,7 miliar, dengan laba bersih USD 4,1 miliar serta EPS 0,90 (GAAP) — jauh lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu yang membukukan rugi bersih.
Momentum positif ini memperkuat optimisme pasar bahwa sektor teknologi global sedang dalam fase pemulihan, yang juga berdampak pada sentimen investor di Asia termasuk Indonesia.
Selain itu, pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi (CPI) Amerika Serikat, yang akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Jika inflasi melandai, peluang penurunan suku bunga akan terbuka, memberikan dorongan tambahan bagi aset berisiko seperti saham.
Bursa Asia Bergerak Positif, Dorong Sentimen Kawasan
Secara intraday, bursa kawasan Asia Pasifik juga dibuka menguat. Indeks Nikkei 225 naik 1,20%, sementara KOSPI Korea Selatan menguat 1,80%. Penguatan serentak di kawasan ini menunjukkan adanya risk appetite investor yang kembali meningkat menjelang akhir pekan.
Efek domino dari penguatan bursa regional ini turut memberikan dampak positif terhadap pergerakan IHSG di sesi awal perdagangan. Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka menguat di level 8.294,89, dan pada pukul 09.06 WIB, indeks naik 0,41% atau 34,17 poin ke level 8.308,53.
Selama sesi pagi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 8.313,95 dan terendah 8.283,68, dengan volume transaksi mencapai 2,09 miliar saham senilai Rp1,808 triliun. Aktivitas perdagangan juga cukup ramai, tercatat 196.051 kali transaksi dengan 273 saham menguat, 199 melemah, dan 177 stagnan.
Kinerja Bulanan dan Tahunan Tetap Kuat
Secara teknikal, IHSG menunjukkan tren penguatan yang konsisten. Dalam basis mingguan, indeks naik 4,95%, sementara secara tiga bulanan meningkat 11,22%. Sepanjang 2025, IHSG telah tumbuh 17,34%, sedangkan secara enam bulanan mencatat lonjakan 32,83%.
Dengan berbagai faktor pendukung — mulai dari arus dana asing, laporan keuangan emiten, hingga penguatan bursa global — prospek IHSG tetap solid menjelang akhir bulan Oktober. Analis memperkirakan bahwa selama IHSG mampu bertahan di atas level psikologis 8.100, tren penguatan akan berlanjut dengan potensi uji resistance baru di 8.320–8.350 dalam waktu dekat.

One thought on “IHSG Diprediksi Menguat: Optimisme Asing dan Laporan Emiten Dorong Pasar ke Level 8.320”