usd

EUR/USD Melonjak ke Puncak Tahunan, Target 1,1800 Semakin Dekat di Tengah Tekanan Dolar AS

EUR/USD memperpanjang reli ke level tertinggi tahunan dan mengincar area 1,1800. Pelemahan Dolar AS, risiko tarif AS-UE, sikap hati-hati The Fed, serta stabilitas ECB menjadi pendorong utama pergerakan pasangan ini.

Dolar AS Kembali Tertekan oleh Risiko Geopolitik dan Tarif

Pasangan mata uang EUR/USD melanjutkan penguatan impresifnya pada perdagangan Selasa, memperpanjang reli ke sesi kedua berturut-turut dan mencetak level tertinggi baru tahunan. Dorongan bullish ini membawa EUR/USD menembus area psikologis 1,1700, membuka jalan menuju pengujian ulang puncak Desember yang berada sedikit di atas 1,1800—sebuah level teknis dan psikologis yang kini semakin relevan bagi pelaku pasar.

Momentum positif yang terjaga menegaskan bahwa sentimen pasar saat ini lebih condong pada pelemahan Dolar AS (USD) dibandingkan kekuatan fundamental Euro itu sendiri. Pergerakan harga yang stabil di atas zona resistensi sebelumnya menunjukkan bahwa pembeli masih memegang kendali, meskipun reli berlangsung secara bertahap dan terukur.

Kenaikan EUR/USD pada dasarnya mencerminkan tekanan jual yang kembali menghantam Greenback. Ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap sejumlah negara Uni Eropa, yang dipicu oleh isu geopolitik seputar Greenland, kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap memburuknya hubungan dagang antara AS dan Eropa.

Sentimen ini menyeret Indeks Dolar AS (DXY) turun tajam, menghapus sebagian besar penguatan awal tahun dan membawa indeks tersebut kembali ke kisaran 98,20–98,30. Lemahnya dukungan dari pasar obligasi AS turut memperparah tekanan, dengan imbal hasil Treasury bergerak tidak konsisten di seluruh kurva dan gagal memberikan daya tarik tambahan bagi Dolar.

Bagi pasar valuta asing, kombinasi risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan perdagangan AS kembali menghidupkan narasi “jual Amerika”, yang selama ini menjadi katalis utama penguatan mata uang pesaing USD.

The Fed Melunak, Namun Belum Siap Lepas Kendali

Federal Reserve memang telah memangkas suku bunga pada pertemuan Desember, sesuai ekspektasi pasar. Namun, pesan yang disampaikan Ketua The Fed Jerome Powell jauh dari dovish agresif. Nada komunikasi yang hati-hati menegaskan bahwa siklus pelonggaran moneter masih sangat bergantung pada data.

Powell menegaskan bahwa inflasi masih berada pada level “sedikit tinggi” dan menekankan pentingnya bukti yang lebih konsisten bahwa pasar tenaga kerja mendingin secara teratur. Proyeksi terbaru The Fed tetap menunjukkan hanya satu kali pemangkasan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin pada 2026, mencerminkan pendekatan yang sangat konservatif.

Lebih lanjut, Powell juga menyoroti dampak tarif yang diberlakukan di era Trump sebagai salah satu faktor yang berpotensi menjaga inflasi tetap lengket. Risalah rapat FOMC kemudian mengonfirmasi adanya perbedaan pandangan di antara para pembuat kebijakan, memperkuat ekspektasi bahwa jeda kebijakan kemungkinan menjadi skenario utama dalam waktu dekat.

ECB Tetap Tenang, Euro Mendapat Dukungan Stabilitas

Di sisi lain Atlantik, Bank Sentral Eropa (ECB) memilih mempertahankan suku bunga pada pertemuan 18 Desember, dengan nada komunikasi yang relatif tenang dan seimbang. Revisi kecil ke atas pada proyeksi pertumbuhan dan inflasi secara efektif meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Data ekonomi zona euro belakangan memberikan kejutan positif. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan ketahanan yang lebih baik dari perkiraan, eksportir Eropa mampu menyerap dampak tarif AS, sementara permintaan domestik membantu menahan perlambatan sektor manufaktur.

Inflasi tetap bergerak dalam koridor target ECB. Tekanan harga mendekati 2%, dengan inflasi jasa menjadi kontributor utama—sebuah pola yang diantisipasi akan berlanjut seiring pendinginan pertumbuhan upah yang masih berlangsung secara bertahap.

Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan bahwa kebijakan moneter akan tetap berbasis data, sambil menyebut ekspor zona euro masih “berkelanjutan” untuk saat ini. Pasar pun menangkap pesan tersebut dengan cepat, hanya memperhitungkan peluang pelonggaran sekitar 7 basis poin sepanjang tahun, menandakan minimnya urgensi kebijakan.

Posisi Pasar: Masih Long Euro, Tapi Lebih Hati-hati

Dari sisi posisi spekulatif, sentimen terhadap Euro masih positif, meskipun intensitasnya mulai berkurang. Data CFTC untuk pekan yang berakhir 13 Januari menunjukkan posisi long bersih non-komersial turun ke sekitar 132,6 ribu kontrak, level terendah dalam enam minggu.

Meski demikian, peningkatan open interest selama tiga minggu berturut-turut—mendekati 883,7 ribu kontrak—mengindikasikan partisipasi pasar yang tetap luas, meskipun keyakinan bullish tidak sekuat sebelumnya.

Faktor Penentu Pergerakan Selanjutnya

Dalam jangka pendek, rilis data Personal Consumption Expenditure (PCE) AS diperkirakan tidak akan menjadi pemicu besar. Fokus pasar kemungkinan beralih ke data awal PMI AS dan zona euro, yang akan memberikan petunjuk lebih jelas terkait momentum ekonomi di kedua wilayah.

Risiko utama tetap datang dari potensi kenaikan imbal hasil obligasi AS atau perubahan nada The Fed yang lebih hawkish. Penurunan tajam di bawah SMA 200-hari akan meningkatkan risiko koreksi yang lebih dalam.

Analisis Teknis EUR/USD

Secara teknikal, EUR/USD berhasil merebut kembali area 1,1700, membuka peluang menuju puncak Desember di 1,1807. Penembusan bersih di atas level tersebut berpotensi membawa harga menguji level tertinggi 2025 di 1,1918, sebelum akhirnya mengarah ke tonggak psikologis 1,2000.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan SMA 200-hari di 1,1586 dapat memicu tekanan turun menuju 1,1468, bahkan hingga dasar Agustus di 1,1391.

Indikator momentum masih mendukung skenario bullish moderat. RSI telah kembali di atas level 58, sementara ADX di atas 19 mengindikasikan tren yang cukup solid meski belum terlalu agresif.

Untuk saat ini, pergerakan EUR/USD lebih banyak ditentukan oleh dinamika di Amerika Serikat dibandingkan oleh perubahan fundamental di zona euro. Selama The Fed belum memberikan panduan yang lebih jelas mengenai arah pelonggaran kebijakan, dan ECB tetap bersikap tenang, reli EUR/USD kemungkinan akan berlanjut secara bertahap dan terukur, bukan dalam bentuk penembusan eksplosif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this content