eur

EUR/USD Bangkit dari Titik Terendah, Pasar Menanti Data PCE dan PDB AS Penentu Arah Dolar

EUR/USD rebound ke atas 1,1700 setelah menyentuh level terendah mingguan, didukung meredanya ketegangan AS–Eropa. Fokus pasar kini tertuju pada rilis Indeks Harga PCE dan data PDB AS Kuartal III yang berpotensi menentukan arah kebijakan The Fed dan pergerakan Dolar AS.

EUR/USD Rebound Moderat, Kembali di Atas 1,1700

Pasangan mata uang EUR/USD mencatat kenaikan terbatas pada perdagangan Kamis, berhasil kembali bertahan di atas level psikologis 1,1700 setelah memantul dari titik terendah harian di sekitar 1,1670. Pemulihan ini terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Eropa, sekaligus menjelang rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Pada saat penulisan, EUR/USD diperdagangkan sedikit di atas 1,1700, menandai pemulihan teknis dari tekanan jual yang muncul sebelumnya. Meski kenaikan masih tergolong marginal, pergerakan ini menunjukkan bahwa minat beli terhadap euro tetap terjaga, terutama ketika sentimen risiko global mulai stabil.

Nada Lebih Lunak Trump Redakan Tekanan pada Euro

Salah satu faktor utama yang membantu meredakan tekanan pada EUR/USD adalah perubahan nada Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos. Trump memilih pendekatan yang lebih lunak terhadap mitra-mitra Eropa, langkah yang langsung meredakan kekhawatiran pasar akan eskalasi konflik politik dan perdagangan lintas Atlantik.

Sebelumnya, pasar global sempat dibayangi oleh kekhawatiran meningkatnya tensi antara AS dan Eropa, terutama setelah muncul ancaman tarif serta pernyataan kontroversial terkait Greenland. Namun, Trump kemudian menarik kembali ancamannya untuk memberlakukan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang rencananya, sekaligus menegaskan bahwa opsi militer tidak akan digunakan untuk mengambil alih wilayah tersebut.

Langkah deeskalasi ini diperkuat dengan pengumuman kerangka kesepakatan antara Amerika Serikat dan NATO melalui media sosial Trump. Meski detail kesepakatan tidak diungkapkan secara jelas, sinyal kerja sama tersebut cukup untuk menenangkan pasar dan meredakan perdagangan bertema “Sell America” yang sempat mendominasi awal pekan.

Dolar AS Pulih, Namun Masih Rapuh

Meredanya ketegangan geopolitik memungkinkan Dolar AS untuk memangkas sebagian kerugian yang dialami sebelumnya. Indeks Dolar AS (DXY) menunjukkan stabilisasi, mencerminkan kembalinya minat investor terhadap aset berbasis dolar setelah periode tekanan jual yang cukup intens.

Namun demikian, pemulihan dolar masih dinilai rapuh. Investor cenderung berhati-hati menjelang rilis data ekonomi utama, terutama Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) dan angka Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat Kuartal III. Kedua indikator ini dipandang krusial dalam membentuk ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed.

Data PCE dan PDB Jadi Fokus Utama Pasar

Indeks Harga PCE merupakan indikator inflasi favorit Federal Reserve karena mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat secara lebih luas. Angka PCE yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi masih bertahan, sehingga mendorong The Fed untuk mempertahankan sikap kebijakan yang ketat lebih lama.

Sebaliknya, jika PCE menunjukkan perlambatan yang lebih signifikan, pasar bisa meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan membuka ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter dalam beberapa bulan ke depan. Skenario ini berpotensi melemahkan Dolar AS dan memberikan dukungan tambahan bagi EUR/USD.

Sementara itu, data PDB Kuartal III akan memberikan gambaran tentang ketahanan pertumbuhan ekonomi AS. Pertumbuhan yang solid dapat menopang dolar dengan memperkuat keyakinan bahwa ekonomi AS masih cukup kuat untuk menahan suku bunga tinggi. Namun, tanda-tanda perlambatan ekonomi bisa memicu kembali tekanan pada dolar, terutama jika dikombinasikan dengan inflasi yang melandai.

Dinamika Teknikal EUR/USD Masih Rentan

Dari sisi teknikal, pergerakan EUR/USD menunjukkan bahwa pasangan ini masih berada dalam fase konsolidasi setelah gagal mempertahankan momentum di dekat area 1,1770 pada Rabu lalu. Penurunan menuju 1,1670 dipandang sebagai koreksi sehat, namun kegagalan rebound yang lebih kuat mengindikasikan kehati-hatian pasar.

Level 1,1700 kini berperan sebagai area pivot jangka pendek. Bertahannya harga di atas level ini dapat membuka peluang uji ulang resistance di 1,1750 hingga 1,1770. Sebaliknya, penembusan kembali di bawah 1,1670 dapat memicu tekanan jual lanjutan menuju area support berikutnya.

Menanti Arah Baru dari Data AS

Dengan meredanya faktor geopolitik, perhatian pasar kini sepenuhnya tertuju pada agenda data makroekonomi. Rilis Indeks Harga PCE dan PDB AS diperkirakan akan menjadi katalis utama pergerakan EUR/USD dalam jangka pendek.

Investor dan pelaku pasar valuta asing cenderung menahan posisi besar hingga kejelasan arah kebijakan The Fed semakin terbentuk. Dalam kondisi ini, volatilitas berpotensi meningkat tajam setelah data dirilis, terutama jika hasilnya menyimpang dari ekspektasi pasar.

EUR/USD Menunggu Pemicu Fundamental

Secara keseluruhan, EUR/USD berhasil bangkit dari posisi terendah berkat membaiknya sentimen risiko global dan meredanya ketegangan AS–Eropa. Namun, penguatan euro masih bersifat terbatas dan sangat bergantung pada arah Dolar AS.

Dengan data PCE dan PDB AS yang akan dirilis, pasar berada dalam mode “wait and see”. Hasil data tersebut akan menjadi penentu apakah EUR/USD mampu melanjutkan pemulihan menuju level yang lebih tinggi, atau justru kembali tertekan oleh penguatan dolar yang didorong ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this content