dolar

Indeks Dolar AS Menguat ke Area 98,50,

Indeks Dolar AS menguat mendekati level 98,50 setelah risalah FOMC Desember mengisyaratkan penundaan penurunan suku bunga. Simak dampaknya terhadap DXY, kebijakan The Fed, dan prospek dolar ke depan.

Risalah FOMC Perkuat Sinyal Penundaan Pemangkasan Suku Bunga

Indeks Dolar Amerika Serikat (DXY) kembali mencatatkan penguatan dan bergerak mendekati level 98,50 setelah risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Desember memberikan sinyal kuat bahwa bank sentral AS belum terburu-buru melanjutkan pemangkasan suku bunga. Sentimen tersebut mendorong permintaan terhadap dolar AS, meskipun secara tahunan Greenback masih berada dalam tekanan signifikan.

DXY, yang merepresentasikan kinerja dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia seperti euro, yen Jepang, dan pound sterling, tercatat naik untuk dua sesi berturut-turut. Pada perdagangan sesi Asia hari Rabu, indeks ini diperdagangkan di kisaran 98,30–98,40, mencerminkan respons pasar terhadap perubahan ekspektasi kebijakan moneter The Fed.

Risalah FOMC Ungkap Perpecahan Internal

Risalah rapat FOMC bulan Desember yang dirilis Selasa waktu setempat menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan masih terbelah pandangannya terkait arah suku bunga ke depan. Sebagian besar peserta rapat menilai bahwa menahan suku bunga pada level saat ini dapat menjadi langkah yang tepat, terutama jika laju penurunan inflasi berlangsung secara bertahap dan tidak konsisten.

Beberapa pejabat The Fed bahkan menyatakan bahwa jeda penurunan suku bunga diperlukan setelah bank sentral memangkas suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2025. Langkah tersebut sebelumnya bertujuan untuk menopang pasar tenaga kerja AS yang mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan, meski tekanan inflasi belum sepenuhnya hilang.

Pandangan yang lebih berhati-hati ini langsung ditafsirkan pasar sebagai sinyal bahwa The Fed cenderung mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sehingga memberikan dorongan jangka pendek bagi nilai tukar dolar AS.

Dolar Menguat, Namun Masih Tertekan Secara Tahunan

Meski mencatatkan penguatan dalam beberapa hari terakhir, Indeks Dolar AS masih berada di jalur penurunan tahunan terbesar dalam hampir satu dekade, dengan pelemahan mendekati 9,5%. Penurunan ini mencerminkan volatilitas tinggi yang mewarnai pasar keuangan global sepanjang tahun, termasuk ketidakpastian kebijakan fiskal dan perdagangan AS.

Tekanan terhadap dolar juga dipicu oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve masih akan memangkas suku bunga tambahan pada tahun 2026. Jika terealisasi, langkah tersebut berpotensi mempersempit selisih suku bunga antara AS dan negara-negara maju lainnya, sehingga mengurangi daya tarik aset berdenominasi dolar.

Selain faktor moneter, kekhawatiran terhadap defisit fiskal AS yang terus melebar turut membebani sentimen pasar. Investor juga menyoroti isu independensi bank sentral, terutama di tengah dinamika politik domestik yang semakin memanas menjelang periode pergantian kepemimpinan di The Fed.

Sorotan pada Penunjukan Ketua The Fed

Pasar keuangan global saat ini juga mencermati rencana Presiden AS Donald Trump untuk menunjuk ketua Federal Reserve yang baru, seiring berakhirnya masa jabatan Jerome Powell. Spekulasi mengenai arah kebijakan moneter di bawah kepemimpinan baru menambah ketidakpastian, sekaligus memicu fluktuasi di pasar valuta asing.

Ketua The Fed memiliki peran krusial dalam menentukan arah kebijakan suku bunga dan stabilitas keuangan. Oleh karena itu, setiap indikasi perubahan pendekatan kebijakan akan sangat memengaruhi pergerakan dolar AS dalam jangka menengah hingga panjang.

CME FedWatch: Suku Bunga Diperkirakan Tetap di Januari

Berdasarkan data dari alat CME FedWatch, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada rapat bulan Januari kini mencapai 85,1%, meningkat dari 83,4% pada hari sebelumnya. Sebaliknya, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin turun menjadi 14,9%, dari sebelumnya 16,6%.

Perubahan probabilitas ini mencerminkan semakin kuatnya keyakinan pasar bahwa The Fed akan bersikap wait and see, sambil mengevaluasi perkembangan inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja dalam beberapa bulan ke depan.

Pada rapat Desember lalu, Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, sehingga kisaran target berada di level 3,50%–3,75%. Secara keseluruhan, The Fed telah menurunkan suku bunga sebesar 75 basis poin sepanjang tahun 2025, sebagai respons terhadap perlambatan ekonomi dan penyesuaian inflasi.

Prospek DXY ke Depan

Ke depan, pergerakan Indeks Dolar AS diperkirakan akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi AS, termasuk inflasi, ketenagakerjaan, serta komentar lanjutan dari pejabat The Fed. Selama ekspektasi penundaan pemangkasan suku bunga tetap terjaga, dolar berpotensi mempertahankan penguatannya dalam jangka pendek.

Namun demikian, tekanan struktural seperti defisit fiskal, ketidakpastian politik, dan prospek pelonggaran kebijakan moneter di tahun-tahun mendatang masih menjadi faktor yang dapat membatasi penguatan dolar secara berkelanjutan.

Bagi pelaku pasar, dinamika kebijakan The Fed tetap menjadi kunci utama dalam menentukan arah DXY, sekaligus memberikan sinyal penting bagi pasar keuangan global secara keseluruhan.

One thought on “Indeks Dolar AS Menguat ke Area 98,50,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this content