GBP/JPY Melonjak di Atas 211,50
GBP/JPY menguat di atas 211,50 setelah data PDB Inggris yang solid meredakan ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank of England, sementara Yen Jepang mendapat dukungan dari potensi intervensi dan kebijakan BoJ.
GBP/JPY Bangkit Setelah Tiga Hari Koreksi
Pasangan mata uang GBP/JPY berhasil menghentikan tren pelemahan tiga hari beruntun dan kembali menguat pada perdagangan sesi Eropa, Senin. Nilai tukar ini diperdagangkan di kisaran 211,70, menandai kebangkitan Pound Sterling terhadap Yen Jepang seiring berubahnya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Bank of England (BoE).
Penguatan GBP/JPY terutama dipicu oleh rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris yang jauh lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memberikan sinyal bahwa perekonomian Inggris masih menunjukkan daya tahan, sehingga meredakan spekulasi bahwa BoE akan segera memangkas suku bunga dalam waktu dekat, khususnya pada pertemuan Februari.
Data PDB Inggris Mengubah Persepsi Pasar
Ekonomi Inggris tercatat tumbuh 0,3% secara bulanan (month-on-month/MoM) pada November, berbalik arah dari kontraksi 0,1% pada Oktober. Capaian ini juga melampaui ekspektasi pasar yang hanya memperkirakan pertumbuhan sekitar 0,1%.
Angka tersebut menjadi kejutan positif bagi pelaku pasar, terutama setelah kekhawatiran sebelumnya bahwa perlambatan ekonomi dapat memaksa BoE untuk lebih cepat melonggarkan kebijakan moneternya. Dengan pertumbuhan yang lebih solid, tekanan terhadap bank sentral Inggris untuk segera memangkas suku bunga pun berkurang.
Sejumlah analis menilai bahwa data PDB ini memperkuat argumen bahwa BoE masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan suku bunga yang ketat lebih lama, setidaknya hingga data inflasi dan pasar tenaga kerja memberikan sinyal yang lebih jelas.
Fokus Pasar Beralih ke Data Ketenagakerjaan dan Inflasi
Setelah rilis PDB, perhatian investor kini tertuju pada sejumlah data ekonomi penting Inggris yang akan dirilis dalam pekan ini, termasuk laporan ketenagakerjaan dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK).
Jika data ketenagakerjaan menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih ketat dan inflasi tetap bertahan di atas target, peluang pemangkasan suku bunga BoE pada Februari diperkirakan akan semakin mengecil. Kondisi ini berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi Pound Sterling dan menopang pergerakan GBP/JPY dalam jangka pendek.
Sebaliknya, jika inflasi melemah signifikan atau tingkat pengangguran meningkat tajam, spekulasi pelonggaran kebijakan moneter bisa kembali mencuat dan membatasi ruang penguatan GBP.
Yen Jepang Mendapat Dukungan dari Ancaman Intervensi
Di sisi lain, Yen Jepang (JPY) tidak sepenuhnya berada dalam posisi lemah. Mata uang safe haven ini memperoleh dukungan dari meningkatnya spekulasi intervensi mata uang oleh otoritas Jepang.
Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menyatakan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas untuk menstabilkan nilai tukar yen. Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan intervensi terkoordinasi dengan Amerika Serikat, jika pelemahan yen dinilai berlebihan dan mengganggu stabilitas ekonomi.
Pernyataan tersebut mengingatkan pasar pada langkah-langkah intervensi sebelumnya yang pernah dilakukan Jepang untuk membendung depresiasi yen yang terlalu cepat. Ancaman ini cenderung membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengambil posisi jual yen secara agresif.
Data Industri Jepang Masih Menjadi Beban
Meski demikian, fundamental ekonomi Jepang masih menghadapi tantangan. Data terbaru menunjukkan Produksi Industri Jepang turun 2,7% MoM pada November 2025, sedikit lebih buruk dibandingkan estimasi awal penurunan 2,6%.
Penurunan ini membalikkan kenaikan 1,5% pada Oktober dan menjadi kontraksi terdalam sejak Januari 2024. Data tersebut menegaskan bahwa sektor manufaktur Jepang masih tertekan oleh lemahnya permintaan global dan tantangan struktural domestik.
Kondisi ini berpotensi membatasi penguatan yen secara signifikan, meskipun faktor intervensi dan ekspektasi kebijakan moneter tetap memberikan bantalan jangka pendek.
Ekspektasi Kebijakan Bank of Japan (BoJ)
Selain isu intervensi, yen juga mendapat dukungan dari spekulasi mengenai langkah Bank of Japan (BoJ). Bank sentral Jepang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakan di level 0,75% pada pertemuan bulan Januari.
Namun, pasar mulai berspekulasi bahwa BoJ dapat mempertimbangkan kenaikan suku bunga lanjutan pada pertengahan tahun, terutama pada bulan Juni, jika inflasi dan pertumbuhan upah terus menunjukkan tren yang konsisten.
Gubernur BoJ Kazuo Ueda pekan lalu menegaskan bahwa bank sentral tetap siap menyesuaikan kebijakan jika perkembangan ekonomi dan harga sejalan dengan proyeksi. Pernyataan ini memperkuat ekspektasi bahwa era kebijakan ultra-longgar Jepang perlahan mulai ditinggalkan.
Prospek GBP/JPY ke Depan
Dengan kombinasi data ekonomi Inggris yang membaik dan dukungan terbatas bagi yen dari faktor kebijakan, pergerakan GBP/JPY ke depan diperkirakan akan tetap volatil.
Di satu sisi, Pound Sterling berpotensi melanjutkan penguatan jika data Inggris berikutnya kembali solid dan ekspektasi pemangkasan suku bunga BoE semakin memudar. Namun di sisi lain, potensi intervensi Jepang serta perubahan sikap BoJ dapat menjadi faktor penahan laju kenaikan pasangan ini.
Secara teknikal, area 211,50–212,00 kini menjadi zona kunci yang diawasi pelaku pasar. Penembusan yang konsisten di atas level tersebut dapat membuka jalan menuju target yang lebih tinggi, sementara kegagalan bertahan bisa memicu aksi ambil untung jangka pendek.
Penguatan GBP/JPY di atas 211,50 mencerminkan perubahan sentimen pasar yang dipicu oleh data PDB Inggris yang solid dan meredanya spekulasi pemangkasan suku bunga BoE. Meski yen mendapatkan dukungan dari ancaman intervensi dan ekspektasi kebijakan BoJ, tekanan dari data ekonomi domestik Jepang masih membayangi.
Dalam jangka pendek, pergerakan GBP/JPY akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi lanjutan dari Inggris serta perkembangan kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar di Jepang. Bagi pelaku pasar, kombinasi faktor fundamental dan risiko kebijakan membuat pasangan ini tetap menarik namun menuntut kewaspadaan tinggi.
