Proyeksi RBA November 2026 menunjukkan inflasi Australia baru kembali ke target 2–3% pada akhir 2027, sekitar tiga kuartal lebih lambat dari proyeksi sebelumnya, sementara pengangguran diperkirakan naik dan harga rumah turun. Proyeksi ini dirilis bersama keputusan menaikkan suku bunga ke 4,85% pada 3 November 2026.
Deputi Gubernur Andrew Hauser memperingatkan bahwa sebagian pelaku usaha mulai menganggap inflasi 3–3,5% sebagai normal baru, yang ia sebut sebagai mimpi buruk bagi bank sentral.

Apa Isi Proyeksi Inflasi?
RBA memperkirakan inflasi tetap di atas 3% selama setahun ke depan. Target 2–3% baru tercapai pada akhir 2027. Penundaan sekitar tiga kuartal dibanding proyeksi sebelumnya menunjukkan tekanan harga lebih kuat dari perkiraan. Harga energi yang tinggi sepanjang Oktober dan inflasi jasa menjadi penyebab utama.
Apa Arti Normal Baru 3–3,5%?

Jika pelaku usaha menganggap inflasi 3–3,5% sebagai hal biasa, mereka akan menaikkan harga dan upah dengan asumsi tersebut. Perilaku ini bisa membuat inflasi bertahan di atas target dalam waktu lama. Bank sentral sangat khawatir terhadap ekspektasi inflasi karena sulit diturunkan setelah terbentuk. Konsep ini menjelaskan mengapa RBA tetap menaikkan suku bunga meski ekonomi melambat.
Bagaimana Proyeksi Ekonomi?
Pengangguran diperkirakan naik lebih tinggi dari proyeksi Agustus. Harga rumah turun signifikan, dan pertumbuhan ekonomi melambat. Investasi pusat data disebut sebagai penopang yang kuat. Gambaran ini menunjukkan RBA menghadapi dilema antara melawan inflasi dan menjaga pertumbuhan.
| Indikator | Proyeksi November | Dibanding Agustus |
|---|---|---|
| Inflasi | Di atas 3% setahun | Lebih tinggi |
| Inflasi ke target | Akhir 2027 | Tertunda ~3 kuartal |
| Pengangguran | Naik | Lebih tinggi |
| Harga rumah | Turun signifikan | Lebih lemah |
Mengapa Voting 6–3?
Tiga anggota memilih menahan karena khawatir dampak kenaikan berlebihan. Hauser menyebut kebijakan moneter bekerja dengan jeda 12–18 bulan, sehingga dampak kenaikan sebelumnya belum sepenuhnya terasa. Menaikkan suku bunga terlalu jauh bisa memperlambat ekonomi lebih dari yang diperlukan.
Bagaimana Reaksi Dolar Australia?
AUD melemah terhadap USD dan NZD setelah keputusan. Pasar menilai proyeksi ekonomi yang lebih lemah dan voting terbelah sebagai tanda siklus kenaikan mendekati akhir. Analisa tren AUD/USD tersedia di kategori Analisa Forex.
Bagaimana Perbandingan dengan Bank Sentral Lain?
Bank of Japan menahan di 1,25% dan menaikkan proyeksi inflasi intinya pada laporan outlook Oktober. ECB menahan di sekitar 2,50%. The Fed menahan di 3,75–4,00% dengan peluang naik Desember sekitar 77%. Laporan BoJ dibahas di outlook report BoJ Oktober 2026.
Bagaimana Peran Harga Energi?
Harga minyak dan gas yang tinggi mendorong inflasi Australia. Namun, Brent anjlok 7,63% pada 2 November karena harapan damai AS–Iran. Jika harga energi bertahan rendah, inflasi bisa turun lebih cepat dari proyeksi RBA, memberi ruang bagi bank sentral untuk berhenti menaikkan suku bunga.
Apa Dampaknya bagi Rumah Tangga?
Sebagian besar KPR di Australia memakai bunga mengambang. Lima kenaikan sepanjang 2026 menambah beban cicilan secara signifikan. Konsumsi yang melemah bisa memperlambat ekonomi, yang menjadi salah satu alasan proyeksi pertumbuhan diturunkan.
Apa Arti bagi Trader?
Proyeksi bank sentral sering lebih penting dibanding keputusan suku bunga. Trader perlu membaca proyeksi inflasi, pertumbuhan, dan pengangguran untuk menilai arah kebijakan berikutnya. Proyeksi yang lebih suram cenderung menekan mata uang meski suku bunga naik.
Bagaimana dengan Rapat Desember?
Pasar akan memantau data inflasi bulanan dan tenaga kerja Australia sebelum rapat Desember. Jika inflasi turun lebih cepat, peluang kenaikan berikutnya mengecil. Jika inflasi tetap tinggi, RBA mungkin kembali menaikkan suku bunga meski voting terbelah.
Bagaimana Pengaruh Investasi Pusat Data?
RBA menyebut investasi pusat data sebagai penopang kuat. Proyek besar meningkatkan permintaan konstruksi, listrik, dan tenaga kerja terampil. Hal ini mendukung pertumbuhan tetapi menambah tekanan inflasi jasa. Fenomena ini menunjukkan bahwa ledakan kecerdasan buatan global ikut memengaruhi kebijakan moneter di negara maju.
Bagaimana Dampaknya ke Asia?
Australia adalah mitra dagang penting bagi banyak negara Asia, termasuk Indonesia. Ekonomi Australia yang melambat bisa mengurangi permintaan impor. Bagi pelajar dan wisatawan Indonesia, dolar Australia yang melemah setelah keputusan sedikit meringankan biaya dalam rupiah, dengan kurs sekitar Rp12.700 per dolar Australia.
Bagaimana Proyeksi Ini Dibandingkan Konsensus?
Sebelum keputusan, ekonom memperkirakan RBA akan menaikkan suku bunga dan mempertahankan nada waspada. Proyeksi inflasi yang tertunda tiga kuartal sejalan dengan kekhawatiran ini, tetapi proyeksi pengangguran yang lebih tinggi menunjukkan RBA mulai memberi bobot lebih pada risiko pertumbuhan.
Agenda yang Perlu Dipantau
- Notulen rapat RBA sekitar dua pekan lagi.
- Data inflasi bulanan Australia.
- Data tenaga kerja Australia.
- Pernyataan pejabat RBA.
Berita lain tersedia di kategori Berita Forex. Pernyataan resmi tersedia di Reserve Bank of Australia.
Analisis ini bersifat informasi, bukan rekomendasi transaksi. Trading forex memakai leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan inflasi Australia diperkirakan kembali ke target?
Akhir 2027, sekitar tiga kuartal lebih lambat dari proyeksi sebelumnya.
Apa yang dimaksud normal baru 3–3,5%?
Pelaku usaha mulai menganggap inflasi 3–3,5% sebagai hal biasa, yang bisa membuat inflasi bertahan tinggi.
Bagaimana proyeksi pengangguran?
Naik lebih tinggi dari proyeksi Agustus.
Berapa jeda dampak kebijakan moneter menurut Hauser?
12–18 bulan.
Bagaimana reaksi dolar Australia?
Melemah terhadap USD dan NZD.
