ISM manufaktur AS naik ke 55,5 pada Oktober 2026 dari 54,5, di atas perkiraan 54,7, tetapi peluang kenaikan Fed Desember menurut CME FedWatch justru turun dari 80% ke 77% dan dolar melemah sekitar 0,3% pada 2 November. Penyebabnya adalah anjloknya harga minyak lebih dari 7% pada hari yang sama.
Reaksi ini menunjukkan bahwa pasar lebih fokus pada arah inflasi dibanding data pertumbuhan dalam kondisi saat ini.

Apa Isi Data ISM?
Sebanyak 12 dari 18 industri melaporkan pertumbuhan. Pesanan baru di 55,5, produksi 59,0, tenaga kerja 52,4, pengiriman pemasok 59,1, dan persediaan 51,4. Pesanan ekspor 51,2 dan impor 52,9. Indeks harga turun ke 75,2 dari 77,9 tetapi tetap tinggi.
Mengapa Peluang Fed Turun?

Minyak yang anjlok lebih dari 7% menurunkan perkiraan inflasi beberapa bulan ke depan. Yield Treasury 10 tahun turun ke sekitar 4,90%. Pasar menilai Fed tidak terlalu perlu menaikkan suku bunga jika inflasi energi mereda. Data ISM yang kuat hanya menahan penurunan peluang lebih jauh.
Apa Itu CME FedWatch?
CME FedWatch menghitung peluang keputusan Fed berdasarkan harga kontrak berjangka suku bunga. Angka ini berubah setiap kali ada data atau berita baru. Peluang 77% berarti pasar masih memperkirakan kenaikan pada Desember, tetapi tidak sepasti sebelumnya.
| Indikator | Sebelum | Setelah 2 Nov |
|---|---|---|
| Peluang Fed naik Desember | ~80% | ~77% |
| Yield 10 tahun | ~4,93% | ~4,90% |
| Indeks dolar | β | β0,3% |
| EUR/USD | β | ~1,118 |
Apa Arti Indeks Harga 75,2?
Indeks di atas 70 menunjukkan sebagian besar perusahaan membayar harga bahan baku lebih tinggi. Penurunan dari 77,9 menandakan tekanan biaya sedikit mereda, tetapi masih besar. Jika minyak bertahan rendah, indeks harga bisa turun lebih jauh pada bulan-bulan berikutnya.
Bagaimana Reaksi Pasangan Utama?
EUR/USD naik sekitar 0,5% ke kisaran 1,118. USD/JPY tetap di dekat 157,8. Dolar Kanada tertekan karena minyak turun. Emas naik 1,9% ke US$3.947,60. Pergerakan dolar sebelumnya dibahas di indeks dolar DXY 102,16 setelah FOMC.
Bagaimana Pasar Saham Bereaksi?
Dow Jones naik 0,41% ke 51.983,98, S&P 500 turun 0,51% ke 7.541,40, dan Nasdaq turun sekitar 1,07%. Saham Oracle dan Marvell tertekan oleh rencana penerbitan saham dan akuisisi besar, sementara Amazon naik sekitar 4%.
Bagaimana Hubungan dengan Data PDB?
Data PDB AS kuartal III tumbuh 3,4%, menunjukkan ekonomi AS kuat. ISM yang naik melengkapi gambaran ini. Rincian PDB dibahas di rincian PDB AS kuartal III 2026. Ekonomi yang kuat membuat Fed punya alasan untuk tetap ketat.
Apa Data Berikutnya?
ISM jasa dan JOLTS akan dirilis pekan ini. Nonfarm payrolls pada Jumat diperkirakan bertambah sekitar 55 ribu dengan pengangguran 4,2%. Data tenaga kerja akan sangat menentukan peluang kenaikan Fed Desember.
Bagaimana Peran Pemilu dan Refunding?
Pemilu sela AS pada 3 November dan pengumuman refunding Departemen Keuangan pada Rabu bisa memengaruhi yield tenor panjang. Kenaikan yield bisa mengembalikan dukungan bagi dolar meski minyak turun.
Apa Pelajaran bagi Trader?
Data yang kuat tidak selalu menguatkan mata uang. Trader perlu menilai berita mana yang paling memengaruhi ekspektasi kebijakan bank sentral. Dalam kondisi inflasi tinggi, berita energi bisa lebih dominan dibanding data pertumbuhan.
Bagaimana Pengaruh ke Yen?
USD/JPY tetap di dekat 157,8 meski dolar melemah terhadap mata uang lain. Selisih imbal hasil ASβJepang tetap lebar, sehingga yen sulit menguat. Pasar Jepang libur pada 3 November, membuat likuiditas yen pada sesi Asia lebih tipis. Pejabat Jepang beberapa kali memperingatkan pergerakan yen yang terlalu cepat.
Bagaimana Pengaruh ke Emas?
Emas naik 1,9% ke US$3.947,60 karena dolar melemah dan yield turun. Penurunan peluang kenaikan Fed mendukung emas yang tidak memberi imbal hasil. Namun, emas masih di bawah US$4.000 dan berada dalam struktur tren turun, seperti dibahas di analisa tren XAU/USD 3 November 2026.
Bagaimana Pengaruh ke Rupiah?
Pelemahan dolar dan penurunan minyak membantu rupiah. Rupiah dibuka menguat tipis ke Rp18.149 per dolar pada 3 November setelah ditutup Rp18.156. Inflasi Indonesia Oktober 3,23% dan PMI 54,0 juga memberi dukungan, seperti dibahas di inflasi Indonesia Oktober 2026 3,23%.
Agenda yang Perlu Dipantau
- Hasil pemilu sela AS mulai Rabu pagi WIB.
- ISM jasa dan JOLTS.
- Nonfarm payrolls pada Jumat.
- Pernyataan pejabat Fed.
Berita lain tersedia di kategori Berita Forex. Data resmi tersedia di Institute for Supply Management.
Analisis ini bersifat informasi, bukan rekomendasi transaksi. Trading forex memakai leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa ISM manufaktur AS Oktober 2026?
55,5, di atas perkiraan 54,7.
Berapa peluang Fed naik Desember setelah data?
Sekitar 77%, turun dari 80%.
Mengapa dolar melemah meski ISM kuat?
Karena minyak anjlok lebih dari 7% dan menurunkan perkiraan inflasi.
Apa itu CME FedWatch?
Alat yang menghitung peluang keputusan Fed dari harga kontrak berjangka suku bunga.
Kapan nonfarm payrolls dirilis?
Jumat, 6 November 2026.
