KSSK menyatakan stabilitas sistem keuangan kuartal III 2026 terjaga tetapi tekanan meningkat sejak Oktober, pada hari rupiah ditutup melemah tipis ke Rp18.160 per dolar, dekat rekor penutupan terlemah Rp18.175; rupiah lalu dibuka menguat ke Rp18.132 pada 4 November. Penguatan terjadi seiring indeks dolar turun 0,32% setelah hasil awal pemilu sela AS.
Pada hari yang sama, IHSG anjlok 3,78% ke 4.904,29.

Apa Isi Pernyataan KSSK?
Komite Stabilitas Sistem Keuangan, yang beranggotakan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS, menilai tekanan meningkat akibat eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi global, dan pengetatan moneter di sejumlah negara. Di dalam negeri, likuiditas disebut mengetat dan arus keluar dana dari pasar saham meningkat.
Bagaimana Rupiah Bergerak?

Rupiah melemah 4 poin dari Rp18.156 ke Rp18.160 pada 3 November, lalu dibuka menguat 28 poin ke Rp18.132 pada 4 November. Beberapa kutipan pasar spot menunjukkan rupiah sempat di sekitar Rp18.115. Analisa inflasi dan rupiah sebelumnya ada di inflasi Indonesia Oktober 2026 3,23% dan USD/IDR.
| Faktor | Arah bagi rupiah |
|---|---|
| Dolar global melemah | Mendukung |
| Yield AS turun | Mendukung |
| Jual bersih asing Rp575 miliar | Menekan |
| Likuiditas domestik mengetat | Menekan |
| Peluang Fed naik ~78% | Menekan |
Mengapa Penguatan Terbatas?
Euro naik 0,4% terhadap dolar, sementara rupiah hanya 0,15%. Arus keluar dana asing dari saham dan sentimen negatif bursa Asia, termasuk Nikkei yang turun sekitar 3%, menahan penguatan rupiah.
Bagaimana Peran Bank Indonesia?
BI hadir di pasar melalui intervensi spot, DNDF, dan pembelian SBN untuk meredam volatilitas. BI Rate ditahan di 5,75% pada Oktober, dan rapat berikutnya pada 17–18 November.
Bagaimana Struktur Tren USD/IDR?
USD/IDR bergerak dalam kisaran sempit Rp18.100–18.180 sejak akhir Oktober. Batas atas di dekat rekor Rp18.175 menjadi resistance kuat, sementara Rp18.100 menjadi support terdekat. Penembusan salah satu batas bisa menentukan arah berikutnya.
Bagaimana Pengaruh Harga Minyak?
Brent turun ke US$103,60 setelah anjlok lebih dari 7% pada 2 November. Indonesia adalah importir bersih minyak, sehingga minyak yang lebih murah secara bertahap mengurangi permintaan dolar untuk impor energi.
Apa yang Bisa Menekan Rupiah Lagi?
Data tenaga kerja AS yang kuat bisa mengembalikan dukungan bagi dolar. Arus keluar dana asing yang berlanjut juga bisa mendorong USD/IDR kembali menguji Rp18.175.
Apa yang Bisa Menguatkan Rupiah?
Arus masuk ke SBN, perbaikan sentimen di pasar saham, dan data AS yang lemah bisa membawa USD/IDR menembus Rp18.100.
Bagaimana Kondisi Pasar Saham?
IHSG anjlok 3,78% ke 4.904,29 pada 3 November dengan seluruh sektor melemah dan asing mencatat jual bersih Rp575 miliar. KSSK juga menyinggung pengumuman MSCI terkait pasar saham yang ikut memengaruhi sentimen investor global.
Bagaimana Arti Likuiditas Mengetat?
Likuiditas mengetat berarti dana di sistem perbankan terbatas dibanding kebutuhan. Bank bisa bersaing menarik dana dengan menaikkan bunga deposito, sementara suku bunga kredit sulit turun. Kondisi ini juga membuat pasar valas lebih sensitif terhadap permintaan dolar.
Bagaimana Mata Uang Asia?
Pada 3 November sore, dolar Taiwan melemah 0,67% dan yuan 0,39%, sementara won menguat 0,27% dan peso Filipina 0,22%. Rupiah relatif stabil di tengah pergerakan beragam ini.
Bagaimana Cadangan Devisa?
Cadangan devisa menjadi amunisi BI untuk stabilisasi rupiah. Intervensi yang berkelanjutan bisa mengurangi cadangan, sehingga BI juga mengandalkan instrumen lain seperti DNDF dan SRBI untuk menarik dana masuk.
Bagaimana Tren Rupiah Sepanjang 2026?
Rupiah melemah dari kisaran Rp16.000-an pada awal tahun ke sekitar Rp18.100–18.200. Tren jangka panjang USD/IDR masih naik, sehingga penguatan rupiah dalam satu hari belum mengubah gambaran besar.
Bagaimana Pengaruh Peluang Fed?
Peluang kenaikan Fed sekitar 78% mempersempit selisih suku bunga dengan BI Rate 5,75%. Selisih yang menyempit bisa mengurangi minat investor asing terhadap aset rupiah dan menjaga tekanan pada USD/IDR.
Apa yang Perlu Dipantau?
- Arus dana asing di saham dan SBN.
- Data NFP AS pada 6 November.
- RDG Bank Indonesia pada 17–18 November.
- Kurs JISDOR harian.
Berita lain di kategori Berita Forex. Kurs referensi di Bank Indonesia.
Analisis ini bersifat informasi, bukan rekomendasi transaksi. Trading forex memakai leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa kata KSSK pada 3 November 2026?
Stabilitas kuartal III terjaga, tetapi tekanan meningkat sejak Oktober.
Berapa penutupan rupiah 3 November?
Rp18.160 per dolar.
Berapa rupiah dibuka 4 November?
Rp18.132 per dolar.
Berapa rekor penutupan terlemah rupiah?
Rp18.175 pada 28 Oktober.
Kapan RDG BI berikutnya?
17–18 November 2026.
