yen

Yen Jepang Menguat Tajam, USD/JPY Tertekan ke 155,00 di Tengah Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BoJ

Yen Jepang menguat signifikan dan menyeret USD/JPY ke level 155,00 seiring meningkatnya spekulasi kenaikan suku bunga Bank of Japan, sentimen risiko global yang melemah, dan tekanan dovish pada Dolar AS.

Yen Jepang Awali Pekan dengan Reli Kuat

Yen Jepang (JPY) melanjutkan penguatan solid pada awal pekan, mencatat kinerja positif sepanjang sesi Asia dan mendorong pasangan mata uang USD/JPY turun mendekati level psikologis 155,00. Kenaikan ini mencerminkan perubahan signifikan dalam ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Jepang, di mana taruhan atas kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) semakin menguat menjelang pertemuan kebijakan pekan ini.

Pergeseran sentimen ini dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor, mulai dari retorika yang lebih hawkish dari Gubernur BoJ Kazuo Ueda, membaiknya kepercayaan bisnis domestik, hingga kondisi pasar global yang cenderung lebih berhati-hati. Dalam lingkungan seperti ini, Yen kembali menegaskan perannya sebagai aset safe-haven, terutama ketika selera risiko investor global mulai melemah.

Survei Tankan Perkuat Optimisme Ekonomi Jepang

Dorongan tambahan bagi Yen datang dari hasil survei Tankan kuartalan Bank of Japan, yang dirilis pada awal perdagangan hari Senin. Survei tersebut menunjukkan bahwa indeks keyakinan bisnis produsen besar Jepang naik menjadi 15 pada kuartal IV 2025, dari 14 pada kuartal sebelumnya. Lebih jauh, prospek manufaktur meningkat tajam ke level 15,0 dari sebelumnya 12,0, menandakan adanya optimisme yang lebih luas di sektor industri.

Seorang pejabat senior BoJ menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan Jepang melihat meredanya ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat serta permintaan kuat di sektor teknologi tinggi sebagai faktor utama di balik perbaikan sentimen. Selain itu, kemampuan perusahaan untuk menyalurkan kenaikan biaya ke konsumen juga dinilai memperbaiki prospek keuntungan dan stabilitas bisnis ke depan.

Data ini memperkuat keyakinan pasar bahwa ekonomi Jepang secara bertahap bergerak menuju kondisi yang memungkinkan normalisasi kebijakan moneter, sebuah perubahan besar setelah bertahun-tahun suku bunga ultra-rendah.

BoJ Hawkish Kontras dengan Fed yang Dovish

Dalam beberapa pernyataan terakhirnya, Gubernur BoJ Kazuo Ueda menegaskan bahwa bank sentral semakin dekat untuk mencapai target inflasi berkelanjutan, yang menjadi prasyarat utama bagi kenaikan suku bunga. Pernyataan ini semakin memperkuat spekulasi bahwa BoJ dapat menaikkan suku bunga pada akhir pertemuan 18–19 Desember, atau setidaknya memberikan sinyal jelas menuju pengetatan kebijakan lanjutan hingga 2026.

Kontras yang tajam terlihat di Amerika Serikat. Dolar AS (USD) justru berada di bawah tekanan, diperdagangkan di dekat level terendah dua bulan, seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua kali lagi tahun depan. Meskipun The Fed tetap berhati-hati dalam komunikasi resminya, pasar menilai tren kebijakan AS akan tetap condong ke arah pelonggaran.

Perbedaan arah kebijakan antara BoJ yang semakin hawkish dan Fed yang cenderung dovish menciptakan divergensi moneter yang signifikan, faktor yang secara struktural menguntungkan Yen dan menekan pasangan USD/JPY.

Faktor Politik AS dan Sikap Investor yang Hati-Hati

Tekanan tambahan terhadap Dolar datang dari dinamika politik AS. Presiden Donald Trump baru-baru ini mengisyaratkan bahwa ia telah mempersempit kandidat pengganti Ketua The Fed Jerome Powell, dengan harapan figur baru tersebut akan lebih mendukung kebijakan suku bunga rendah. Prospek kepemimpinan The Fed yang lebih sejalan dengan agenda ekonomi Trump membuat pelaku pasar cenderung mengambil posisi defensif terhadap USD.

Meski demikian, sebagian investor masih memilih untuk menunggu kepastian lebih lanjut. Kekhawatiran mengenai kondisi fiskal Jepang, terutama terkait rencana belanja besar Perdana Menteri Sanae Takaichi, tetap menjadi faktor pembatas bagi penguatan Yen yang lebih agresif. Dengan pertumbuhan ekonomi Jepang yang masih relatif lemah, ekspansi fiskal skala besar berpotensi menambah tekanan terhadap keuangan publik dalam jangka menengah.

Pasar Menanti Data Makro AS dan Keputusan BoJ

Fokus pasar kini tertuju pada sejumlah agenda penting. Dari Jepang, perhatian utama adalah konferensi pers pasca-rapat BoJ, yang akan menjadi kunci untuk menilai seberapa agresif arah kebijakan moneter ke depan. Dari Amerika Serikat, investor menantikan rilis Nonfarm Payrolls (NFP) yang sebelumnya tertunda, serta data inflasi terbaru, yang berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed.

Dalam konteks ini, selama tidak ada kejutan besar dari data AS, divergensi kebijakan BoJ–The Fed diperkirakan tetap menjadi pendorong utama pergerakan USD/JPY.

Analisis Teknikal: USD/JPY Rawan Lanjutkan Penurunan

Dari sudut pandang teknikal, pasangan USD/JPY masih kesulitan untuk kembali bergerak di atas Simple Moving Average (SMA) 100-jam. Struktur harga saat ini mengindikasikan bahwa tekanan bearish masih dominan.

Level 155,00 berperan sebagai support psikologis penting. Penembusan yang meyakinkan di bawah area ini berpotensi mempercepat penurunan menuju 154,35, yang merupakan level terendah bulanan, sebelum menguji area 154,00.

Sebaliknya, di sisi atas, SMA 100-jam di sekitar 156,00 menjadi hambatan awal. Jika harga mampu menembus area 156,10–156,15, potensi short-covering dapat mendorong USD/JPY naik menuju 157,00. Penguatan lanjutan di atas level tersebut akan membuka jalan ke area 157,45, hingga puncak multi-bulan di sekitar 158,00.

Penguatan Yen Jepang saat ini didorong oleh kombinasi ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ, membaiknya data domestik, serta melemahnya Dolar AS akibat prospek kebijakan The Fed yang lebih dovish. Selama sinyal hawkish BoJ tetap terjaga dan sentimen risiko global cenderung rapuh, USD/JPY berpotensi tetap berada di bawah tekanan, dengan level 155,00 menjadi titik krusial bagi arah pergerakan selanjutnya.

One thought on “Yen Jepang Menguat Tajam, USD/JPY Tertekan ke 155,00 di Tengah Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BoJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this content