emas

Harga Emas Bangkit di Tengah Arus Safe Haven

Harga emas kembali menguat di awal sesi Eropa seiring aliran safe haven, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026, dan fokus pasar pada rilis Risalah Rapat FOMC yang dinilai krusial bagi arah XAU/USD.

Pasar Menanti Isyarat Risalah FOMC

Harga emas kembali menguat di awal sesi Eropa seiring aliran safe haven, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026, dan fokus pasar pada rilis Risalah Rapat FOMC yang dinilai krusial bagi arah XAU/USD.

Harga emas (XAU/USD) kembali menunjukkan penguatan terbatas pada awal sesi perdagangan Eropa hari Selasa, bergerak sedikit di atas area $4.350 per troy ons. Kenaikan ini menandai upaya pemulihan logam mulia setelah mencatat penurunan tajam pada sesi sebelumnya, di mana harga emas anjlok sekitar 4,5% dalam satu hari—penurunan harian terbesar sejak Oktober.

Pemulihan harga emas terjadi di tengah minat safe haven yang kembali muncul, meskipun aktivitas pasar cenderung menurun menjelang libur Tahun Baru. Pelaku pasar terlihat mulai menyeimbangkan portofolio mereka setelah aksi jual besar-besaran, sembari menunggu katalis baru yang dapat memberikan arah yang lebih jelas bagi pergerakan harga.

Dampak Margin CME dan Aksi Ambil Untung

Salah satu pemicu utama penurunan tajam emas sebelumnya adalah keputusan Chicago Mercantile Exchange (CME) Group untuk menaikkan persyaratan margin pada kontrak berjangka emas, perak, dan logam mulia lainnya. Kebijakan ini mewajibkan trader menyetor dana tunai yang lebih besar guna mengantisipasi risiko gagal bayar saat kontrak jatuh tempo.

Kenaikan margin tersebut mendorong aksi ambil untung secara luas, terutama dari posisi spekulatif yang sebelumnya menikmati reli kuat harga emas. Akibatnya, tekanan jual meningkat dalam waktu singkat dan memicu koreksi tajam. Namun, setelah tekanan awal mereda, emas mulai menarik kembali sebagian pembeli yang memanfaatkan harga lebih rendah.

Harapan Penurunan Suku Bunga The Fed Jadi Penopang

Meskipun sempat tertekan, potensi penurunan lanjutan harga emas dinilai terbatas. Salah satu faktor utama yang menopang logam mulia adalah ekspektasi meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada tahun 2026. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas karena menurunkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Pasar keuangan saat ini memprakirakan peluang sekitar 16,1% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya di bulan Januari, menurut CME FedWatch Tool. Meski peluang tersebut belum dominan, fokus investor lebih tertuju pada arah kebijakan jangka menengah, terutama sinyal yang akan muncul dari Risalah Rapat FOMC.

Selain itu, komentar Presiden AS Donald Trump, yang menyatakan harapannya agar ketua The Fed berikutnya mempertahankan suku bunga rendah dan tidak berseberangan dengannya, turut menambah kekhawatiran pasar mengenai independensi bank sentral AS. Ketidakpastian ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan dan mendukung permintaan aset lindung nilai seperti emas.

Ketegangan Geopolitik Dorong Minat Safe Haven

Dari sisi geopolitik, ketegangan kembali meningkat setelah Rusia menuduh Ukraina melancarkan serangan drone ke kediaman presiden Rusia di wilayah utara negara tersebut. Moskow menyebut insiden ini dapat memengaruhi sikapnya dalam negosiasi perdamaian. Namun, Ukraina dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa Rusia tengah mencari alasan untuk meningkatkan agresi.

Perkembangan geopolitik seperti ini kerap meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk emas. Ketidakpastian yang berkepanjangan membuat investor cenderung mencari perlindungan dari volatilitas pasar berisiko, sehingga memberikan dukungan tambahan bagi harga logam mulia.

Volume Tipis Jelang Tahun Baru, Fokus ke Risalah FOMC

Menjelang libur Tahun Baru, volume perdagangan diperkirakan tetap tipis, yang dapat memperbesar pergerakan harga dalam jangka pendek. Dalam kondisi likuiditas rendah, reaksi pasar terhadap rilis data atau pernyataan pejabat bisa menjadi lebih tajam.

Perhatian utama pelaku pasar kini tertuju pada rilis Risalah Rapat FOMC, yang diharapkan memberikan petunjuk lebih rinci mengenai pandangan para pembuat kebijakan terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan arah suku bunga ke depan. Nada yang lebih dovish berpotensi memperkuat emas, sementara sikap yang cenderung hawkish dapat membatasi kenaikan harga.

Analisis Teknikal: Bias Bullish Masih Terjaga

Dari perspektif teknikal, emas masih mempertahankan bias bullish secara umum. Harga tetap berada di atas Exponential Moving Average (EMA) 100-hari pada grafik harian, yang mengindikasikan tren jangka menengah masih konstruktif. Selain itu, Bollinger Bands yang melebar menunjukkan meningkatnya volatilitas pasar.

Namun, potensi konsolidasi jangka pendek atau koreksi sementara tetap terbuka. Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di sekitar garis tengah, mencerminkan momentum yang netral dan mengisyaratkan bahwa pasar sedang mencari arah berikutnya.

Dari sisi resistance, level terdekat yang menjadi perhatian adalah batas atas Bollinger Band di sekitar $4.520. Penembusan yang meyakinkan di atas area ini dapat membuka jalan bagi pengujian ulang rekor tertinggi sepanjang masa di $4.550, sebelum mengarah ke level psikologis $4.600.

Sebaliknya, support awal berada di kisaran $4.305–$4.300, yang merepresentasikan area terendah akhir Desember sekaligus level psikologis penting. Penurunan di bawah zona ini dapat mengindikasikan bahwa koreksi masih berlanjut, dengan potensi target berikutnya di $4.271, yang merupakan titik terendah pertengahan Desember.

Secara keseluruhan, harga emas mulai menarik kembali pembeli setelah koreksi tajam, didukung oleh kombinasi aliran safe haven, ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed pada 2026, serta ketidakpastian geopolitik global. Meski volatilitas jangka pendek masih mungkin terjadi, prospek emas tetap relatif positif selama faktor-faktor pendukung tersebut bertahan.

Dengan pasar menantikan Risalah FOMC sebagai katalis utama, pergerakan emas dalam waktu dekat diperkirakan akan sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan sentimen risiko global.

One thought on “Harga Emas Bangkit di Tengah Arus Safe Haven

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this content