Perak turun sekitar 0,99% ke US$53,87 per ons pada 28 Oktober 2026 dan sempat mendekati US$53,50, level terendah sejak November 2025, sehingga anjlok sekitar 12,3% dalam sebulan. Penurunan terjadi setelah The Fed menahan suku bunga di 3,75%–4,00% dengan voting 10–2 dan pasar memperkirakan kenaikan pada Desember. Perak kini jauh di bawah rekor US$121,64 yang tercatat pada Januari 2026, meski masih naik sekitar 13,3% dalam setahun.

Bagaimana Pergerakan Harga Perak?

| Periode | Perubahan |
|---|---|
| Harian, 28 Oktober | sekitar −0,99% |
| Sebulan | sekitar −12,3% |
| Setahun | sekitar +13,3% |
Data mengacu pada Trading Economics. Rekor sepanjang masa sekitar US$121,64 tercatat pada Januari 2026, menunjukkan betapa ekstremnya pergerakan perak tahun ini.
Mengapa Perak Turun?
- Ekspektasi suku bunga tinggi: The Fed menahan suku bunga dengan dua anggota menginginkan kenaikan, dan pasar memperkirakan kenaikan Desember menurut CME FedWatch.
- Yield Treasury tinggi meningkatkan biaya peluang memegang logam mulia.
- Sifat ganda perak: selain logam mulia, perak adalah logam industri. Kekhawatiran perlambatan ekonomi menekan permintaan industri.
- Volatilitas lebih tinggi dari emas, sehingga pergerakan perak sering lebih tajam.
Apa Faktor yang Menahan Penurunan?
Trading Economics mencatat harga minyak naik setelah klaim serangan ke kilang Saudi dan laporan kemungkinan serangan AS dan Israel terhadap Iran, menambah ketegangan geopolitik. Ketegangan seperti ini biasanya menopang logam mulia sebagai aset aman, meski pada pekan ini efeknya kalah oleh faktor suku bunga.
Bagaimana Rasio Emas–Perak?
Dengan emas sekitar US$4.042 dan perak sekitar US$53,87, rasio emas–perak sekitar 75. Artinya, dibutuhkan sekitar 75 ons perak untuk membeli satu ons emas. Rasio yang tinggi menunjukkan perak relatif tertinggal dibanding emas. Analisis tren emas dibahas di analisa tren XAU/USD bulanan.
Level Teknikal Apa yang Diperhatikan?

| Jenis | Level |
|---|---|
| Resistance | US$58,1 (batas atas rentang) |
| Resistance | US$55,8 |
| Support | US$53,5 |
| Support | US$52,4, lalu US$51,4 |
Level mengacu pada NordFX, yang memperkirakan rentang dasar perak US$51,5–US$58,0 pekan ini. Penembusan US$53,5 membuka jalan ke US$52,4 dan US$51,4. Analisis perak sebelumnya ada di analisa tren XAG/USD 28 Oktober.
Bagaimana Proyeksi Model?
Trading Economics memproyeksikan perak sekitar US$56,09 pada akhir kuartal dan US$66,59 dalam 12 bulan. Menariknya, model memperkirakan perak pulih sementara emas melemah, yang akan menurunkan rasio emas–perak. Proyeksi lain untuk pasangan utama dibahas di proyeksi model pasangan utama akhir kuartal.
Apa Risiko Trading Perak?
- Volatilitas sangat tinggi: perak bisa bergerak beberapa persen dalam sehari.
- Spread lebih lebar dibanding emas di banyak platform.
- Sensitif terhadap data industri dan sentimen ekonomi global.
- Nilai kontrak besar: 1 lot standar perak biasanya 5.000 ons, sehingga pergerakan US$1 setara US$5.000 per lot.
Bagaimana Mengelola Risiko?
- Gunakan lot kecil, terutama bagi pemula.
- Tempatkan stop loss di luar level teknikal penting.
- Perhatikan data AS seperti PCE dan payroll yang memengaruhi ekspektasi suku bunga.
- Hindari menangkap dasar tanpa konfirmasi pembalikan.
Apa Bedanya Perak dan Emas sebagai Investasi?
Emas lebih banyak dipakai sebagai cadangan nilai dan dibeli bank sentral, sedangkan sekitar separuh permintaan perak berasal dari industri, seperti panel surya dan elektronik. Akibatnya, perak lebih sensitif terhadap siklus ekonomi. Saat ekonomi diperkirakan melambat dan suku bunga naik, perak cenderung tertekan lebih dalam dibanding emas, seperti terlihat bulan ini.
Bagaimana Perak Bereaksi terhadap Data AS?
Data PCE dan payroll AS memengaruhi ekspektasi suku bunga Fed. Data yang lebih lemah dari perkiraan dapat menurunkan yield dan memberi ruang pemulihan bagi perak, sedangkan data kuat cenderung menambah tekanan. Karena volatilitas perak tinggi, reaksi terhadap data bisa dua kali lebih besar dibanding emas.
Bagaimana Perak di Pasar Indonesia?
Di Indonesia, perak tersedia dalam bentuk batangan dan diperdagangkan juga melalui kontrak berjangka. Harga dalam rupiah dipengaruhi harga dunia dan kurs. Dengan rupiah di sekitar Rp18.175 per dolar AS, penurunan harga perak dunia sebagian terkompensasi oleh pelemahan rupiah.
Pengalaman 2026 menunjukkan perak bisa naik dan turun lebih dari separuh nilainya dalam beberapa bulan, sehingga disiplin ukuran posisi jauh lebih penting daripada menebak arah.
Langkah Praktis Berikutnya
Tandai US$53,5, US$52,4, dan US$55,8 di grafik harian perak. Pantau rasio emas–perak sebagai indikator kekuatan relatif. Jika perak bertahan di atas US$53,5 dan rasio mulai turun, peluang pemulihan meningkat; jika US$53,5 tembus dengan penutupan harian, bias turun berlanjut.
Data harga tersedia di Trading Economics dan informasi pasar logam di The Silver Institute.
Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan sinyal atau rekomendasi transaksi. Trading forex menggunakan leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya perak dan emas sebagai investasi?
Sekitar separuh permintaan perak berasal dari industri, sehingga perak lebih sensitif terhadap siklus ekonomi dibanding emas.
Berapa harga perak pada 28 Oktober 2026?
Sekitar US$53,87 per ons, turun 0,99% dan sempat mendekati US$53,50, terendah sejak November 2025.
Berapa penurunan perak dalam sebulan?
Sekitar 12,3%, meski masih naik sekitar 13,3% dalam setahun.
Mengapa perak turun lebih tajam dari emas?
Karena perak juga logam industri yang sensitif terhadap perlambatan ekonomi dan volatilitasnya lebih tinggi.
Berapa rasio emas–perak saat ini?
Sekitar 75, dihitung dari emas US$4.042 dibagi perak US$53,87.
Apa level penting perak pekan ini?
Support US$53,5, US$52,4, dan US$51,4; resistance US$55,8 dan US$58,1.
