Emas Bertahan di Sekitar $5.000, Pasar Menanti Data PDB dan Inflasi PCE AS
Harga emas memulai perdagangan Jumat dengan mempertahankan kenaikan terbaru di kisaran US$5.000, sembari menunggu katalis utama dari Amerika Serikat. Fokus pasar kini tertuju pada sejumlah agenda penting, yakni:
-
Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal IV
-
Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Core PCE)
-
Putusan Mahkamah Agung terkait tarif Presiden AS
Ketiga faktor ini dinilai berpotensi menggerakkan arah Dolar AS (USD) dan pada akhirnya memengaruhi pergerakan logam mulia.
Tekanan Dolar AS Batasi Pemulihan Emas
Emas masih kesulitan melanjutkan rebound dari area US$4.850 untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan Dolar AS yang konsisten membatasi daya tarik aset safe-haven tersebut, meskipun ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat.
Greenback tetap berada dalam fase konsolidasi bullish, didukung oleh:
-
Risalah rapat hawkish dari pertemuan Januari Federal Reserve
-
Data ekonomi AS yang relatif kuat
Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim tunjangan pengangguran awal turun 23.000 menjadi 206.000 pada pekan yang berakhir 14 Februari—penurunan terbesar sejak November. Data ini memperkuat indikasi stabilisasi pasar tenaga kerja AS.
Risalah The Fed yang dirilis sebelumnya juga menegaskan bahwa bank sentral tidak terburu-buru memangkas suku bunga.
Faktor Risiko Geopolitik dan Prospek Suku Bunga
Di tengah penguatan USD, emas tetap mendapat penopang dari risiko geopolitik. Ketegangan AS–Iran meningkat setelah laporan menyebut potensi serangan militer AS dapat terjadi dalam waktu dekat. Presiden Donald Trump kembali memperingatkan bahwa Iran harus mencapai kesepakatan atau menghadapi konsekuensi serius, sebagaimana dilaporkan BBC.
Sebagai respons, Iran menyatakan siap memberikan balasan tegas jika terjadi agresi militer.
Selain itu, pasar masih mempertahankan ekspektasi tiga kali pemangkasan suku bunga The Fed masing-masing sebesar 25 basis poin tahun ini. Prospek suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil.
Menanti PDB dan Inflasi PCE
Katalis besar berikutnya bagi emas adalah data ekonomi utama AS:
-
PDB Kuartal IV diproyeksikan tumbuh 3% secara tahunan, melambat dari 4,4% pada kuartal sebelumnya.
-
Core PCE, indikator inflasi favorit The Fed, diperkirakan naik 2,9% pada Desember setelah sebelumnya 2,8%.
Hasil data ini akan menentukan kembali ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga, yang sangat memengaruhi USD dan harga emas.
Selain itu, data PMI global juga akan diperhatikan karena berpengaruh terhadap sentimen risiko secara keseluruhan.
Analisis Teknikal Emas
Secara teknikal, struktur bullish jangka menengah masih terjaga meski momentum jangka pendek melemah.
-
SMA 21-hari berada di US$5.006,49 dan menjadi resistance awal.
-
Harga masih bertahan di atas SMA 50-hari di US$4.703,94.
-
SMA 100-hari dan 200-hari tetap mengarah naik dan berada jauh di bawah harga spot, memperkuat tren naik jangka panjang.
Indikator RSI 14-hari berada di 54 (netral), menunjukkan momentum mendingin tetapi belum berubah menjadi bearish.
Dari sisi Fibonacci:
-
Retracement 50% di US$4.999,94 menjadi resistance terdekat.
-
Level 61,8% di US$5.141,05 menjadi target berikutnya jika terjadi penutupan harian di atas resistance awal.
Sebaliknya, kegagalan menembus SMA 21-hari dapat membuka peluang koreksi menuju area US$4.700, yang berdekatan dengan retracement 23,6%. Penurunan lebih dalam dapat menguji SMA 100-hari di sekitar US$4.405, sementara SMA 200-hari di US$3.915 tetap menjadi penopang tren naik jangka panjang.
