gbp

GBP/JPY Gagal Tembus 208,00

GBP/JPY berbalik turun setelah gagal menembus area 208,00 menyusul data inflasi Inggris yang lebih lemah. Perbedaan prospek kebijakan BoE dan BoJ memperkuat tekanan bearish.

GBP/JPY Tertekan Usai Inflasi Inggris Turun di Bawah Ekspektasi

Pasangan mata uang GBP/JPY kembali berada di bawah tekanan jual setelah gagal mempertahankan penguatan ke area psikologis 208,00 pada perdagangan Rabu. Tekanan jual muncul menyusul rilis data inflasi Inggris (Consumer Price Index/CPI) yang lebih lemah dari perkiraan pasar, memicu spekulasi lanjutan terkait arah kebijakan moneter Bank of England (BoE).

Setelah sempat menyentuh area 208,00 dalam perdagangan intraday, GBP/JPY berbalik arah dan turun ke level terendah harian baru di sekitar 207,30 pada awal sesi Eropa. Pergerakan ini menghentikan upaya pemulihan pasangan tersebut dari titik terendah lebih dari satu minggu yang tercapai pada perdagangan sebelumnya, sekaligus menegaskan bahwa minat beli masih terbatas di tengah ketidakpastian fundamental.

Data CPI Inggris Memperkuat Ekspektasi Pelonggaran Kebijakan BoE

Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) melaporkan bahwa inflasi utama Inggris meningkat 3,2% secara tahunan (YoY) pada November, melambat tajam dari 3,6% pada Oktober dan berada di bawah ekspektasi pasar yang memproyeksikan angka 3,5%.

Lebih jauh, ukuran inflasi inti, yang mengecualikan komponen makanan dan energi yang volatil, juga menunjukkan perlambatan. CPI inti tercatat 3,2% YoY, turun dari 3,4% pada bulan sebelumnya dan berada di bawah konsensus analis. Data ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga di Inggris mulai mereda lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Rilis inflasi yang lebih lemah ini langsung memicu penyesuaian ekspektasi pasar terhadap kebijakan BoE. Pelaku pasar semakin yakin bahwa BoE berpotensi menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, dengan perhatian tertuju pada keputusan kebijakan yang dijadwalkan diumumkan pada Kamis. Ekspektasi pelonggaran tersebut membebani Pound Sterling, sekaligus memberikan tekanan turun tambahan bagi GBP/JPY.

Yen Jepang Menguat Didorong Harapan Normalisasi Kebijakan BoJ

Di sisi lain, Yen Jepang (JPY) menunjukkan kinerja relatif lebih kuat, didukung oleh meningkatnya keyakinan pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ). Pasar kini menantikan hasil rapat kebijakan dua hari BoJ yang berakhir pada Jumat, yang berpotensi menjadi katalis utama pergerakan JPY dalam jangka pendek.

Ekspektasi ini dipicu oleh pernyataan Gubernur BoJ Kazuo Ueda pekan lalu, yang menyatakan bahwa peluang tercapainya prospek ekonomi dan inflasi yang menjadi dasar kebijakan bank sentral telah meningkat secara bertahap. Ueda menegaskan bahwa BoJ semakin mendekati target inflasinya, membuka ruang bagi normalisasi kebijakan moneter lebih lanjut setelah bertahun-tahun menerapkan stimulus ultra-longgar.

Selain faktor kebijakan, sentimen pasar global yang cenderung berhati-hati juga mendukung Yen sebagai aset safe-haven. Nada yang lebih lemah di pasar ekuitas global mendorong aliran dana defensif ke JPY, memperkuat tekanan terhadap pasangan mata uang berimbal hasil tinggi seperti GBP/JPY.

Prospek GBP/JPY Masih Condong Bearish

Kombinasi antara melemahnya prospek suku bunga Inggris dan menguatnya ekspektasi pengetatan kebijakan Jepang menciptakan latar belakang fundamental yang condong mendukung depresiasi lanjutan GBP/JPY. Perbedaan arah kebijakan moneter antara BoE dan BoJ semakin jelas, menjadikan setiap reli pasangan ini berpotensi dimanfaatkan sebagai peluang jual.

Meski demikian, pelaku pasar tampak enggan mengambil posisi agresif menjelang rangkaian risiko peristiwa bank sentral yang krusial. Keputusan suku bunga BoE pada Kamis dan pengumuman kebijakan BoJ pada Jumat diperkirakan akan menentukan arah pergerakan selanjutnya, tidak hanya bagi GBP/JPY tetapi juga bagi dinamika mata uang utama lainnya.

Fokus Pasar: BoE, BoJ, dan Risiko Fiskal Jepang

Selain kebijakan moneter, pasar juga mulai mencermati kondisi fiskal Jepang, terutama terkait rencana belanja besar-besaran yang didorong oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi. Kekhawatiran atas memburuknya posisi fiskal dapat mempengaruhi ruang gerak BoJ, sekaligus menambah kompleksitas dalam menentukan arah kebijakan ke depan.

Keputusan BoJ dan komunikasi pasca-rapat akan menjadi faktor kunci dalam membentuk ekspektasi pasar terhadap jalur suku bunga Jepang, serta menentukan apakah penguatan Yen dapat berlanjut atau justru mengalami koreksi.

Secara keseluruhan, GBP/JPY berada dalam tekanan setelah gagal menembus level 208,00, dengan data inflasi Inggris yang lebih lemah memperkuat spekulasi pelonggaran kebijakan BoE. Pada saat yang sama, meningkatnya ekspektasi normalisasi kebijakan BoJ serta sentimen risk-off global mendukung penguatan Yen Jepang.

Dengan dua keputusan bank sentral besar yang akan segera diumumkan, volatilitas diperkirakan meningkat. Arah kebijakan BoE dan BoJ akan menjadi penentu utama apakah GBP/JPY akan melanjutkan penurunan atau mencoba kembali membangun pemulihan dalam waktu dekat.

One thought on “GBP/JPY Gagal Tembus 208,00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this content