Outlook Report BoJ Oktober 2026 menunjukkan Bank of Japan menahan suku bunga di 1,25% dengan voting 8–1, menaikkan proyeksi inflasi inti tahun fiskal 2027 ke 2,6%, dan mempercepat penjualan ETF yang dimilikinya. Kombinasi ini dibaca pasar sebagai sinyal bahwa kenaikan suku bunga berikutnya semakin dekat, kemungkinan pada Desember. Yen menguat dan USD/JPY turun dari sekitar 159 ke sekitar 157,1 pada 30 Oktober.

Apa Isi Keputusan BoJ?
| Aspek | Hasil | Catatan |
|---|---|---|
| Suku bunga | 1,25% | Tidak berubah |
| Voting | 8–1 | Satu anggota mengusulkan kenaikan |
| Proyeksi inflasi inti TA2027 | 2,6% | Dinaikkan |
| Penjualan ETF | Dipercepat | Mengurangi kepemilikan aset berisiko |
Analisa tren USD/JPY menjelang keputusan, termasuk zona 160, ada di analisa tren USD/JPY jelang BoJ.
Mengapa Proyeksi Inflasi Penting?

BoJ menargetkan inflasi 2% secara berkelanjutan. Jika proyeksi inflasi inti untuk dua tahun ke depan berada di atas 2%, BoJ memiliki alasan untuk terus menaikkan suku bunga. Kenaikan proyeksi TA2027 ke 2,6% menunjukkan BoJ melihat tekanan harga lebih kuat dan lebih tahan lama dari perkiraan sebelumnya.
Apa Arti Voting 8–1?
Satu anggota dewan mengusulkan kenaikan suku bunga, tetapi kalah suara. Dissent seperti ini sering menjadi petunjuk bahwa mayoritas dewan semakin dekat pada keputusan menaikkan suku bunga. Pasar biasanya memberi bobot besar pada perubahan pola voting.
Mengapa Penjualan ETF Dipercepat?
BoJ membeli ETF saham dalam jumlah besar selama bertahun-tahun pelonggaran. Mempercepat penjualannya berarti BoJ melanjutkan normalisasi kebijakan. Langkah ini juga memberi sinyal bahwa BoJ lebih percaya diri terhadap kondisi ekonomi dan pasar.
Apa yang Belum Masuk Proyeksi?
Proyeksi Oktober belum memasukkan rencana pemangkasan pajak konsumsi untuk makanan dan minuman. Jika kebijakan ini diterapkan, inflasi terukur bisa turun sementara, sehingga BoJ mungkin perlu menyesuaikan penilaiannya. Faktor fiskal ini menjadi ketidakpastian tambahan bagi arah yen.
Bagaimana Reaksi Pasar?
- USD/JPY turun ke sekitar 157,1 dari sekitar 159.
- Pasangan silang yen seperti EUR/JPY, GBP/JPY, dan CAD/JPY ikut turun.
- Risiko intervensi di zona 160 mereda untuk sementara.
Dampak ke GBP/JPY dibahas di analisa tren GBP/JPY 29 Oktober.
Apa Arti bagi Selisih Suku Bunga?
Suku bunga AS 3,75–4,00% dan Jepang 1,25% menghasilkan selisih sekitar 2,5–2,75 poin persentase. Jika BoJ naik pada Desember dan The Fed menahan, selisih menyempit, yang cenderung mendukung yen. Namun, jika The Fed justru menaikkan suku bunga pada Desember, efeknya bisa saling meniadakan.
Bagaimana Dampaknya ke Pasangan Silang Yen?
Saat yen menguat, pasangan silang yang melibatkan mata uang berbunga lebih tinggi cenderung turun. EUR/JPY tertekan dari dua sisi karena euro juga melemah setelah ECB, sehingga penurunannya lebih tajam. CAD/JPY relatif lebih tertahan karena dolar Kanada didukung harga minyak yang tinggi. Perbedaan ini menunjukkan bahwa dampak keputusan BoJ terhadap pasangan silang bergantung pada kondisi mata uang pasangannya. Analisa tren CAD/JPY sebelumnya ada di analisa tren CAD/JPY 29 Oktober.
Apa yang Perlu Dipantau?
- Pidato pejabat BoJ pada November.
- Data upah dan inflasi Jepang.
- Data tenaga kerja AS pada 6 November.
- Rapat BoJ Desember 2026.
Bagaimana Kaitannya dengan Data AS?
Pada hari yang sama dengan keputusan ECB, data AS menunjukkan PDB tumbuh 3,4%. Data kuat biasanya mendukung USD/JPY, tetapi kali ini sinyal BoJ lebih dominan. Ke depan, jika data tenaga kerja AS kuat dan The Fed memberi sinyal kenaikan Desember, efek penguatan yen bisa tertahan. Rincian data AS dibahas di rincian PDB AS kuartal III. Trader perlu menimbang sinyal kedua bank sentral secara bersamaan.
Bagaimana Perbandingan dengan Bank Sentral Lain?
Di antara bank sentral besar, BoJ menjadi satu-satunya yang secara jelas berada dalam siklus menaikkan suku bunga dari level rendah. The Fed dan ECB menahan, sementara Bank of Canada menaikkan suku bunga. Arah kebijakan yang berbeda ini membuat yen memiliki potensi penguatan jangka menengah jika inflasi Jepang tetap di atas target. Namun, selisih suku bunga yang masih lebar terhadap AS membatasi kecepatan penguatan tersebut, sehingga yen cenderung menguat bertahap, bukan sekaligus. Trader jangka menengah dapat memantau perubahan selisih yield obligasi AS dan Jepang sebagai petunjuk arah.
Bagaimana Trader Menyikapinya?
Pasangan yen cenderung lebih volatil setelah perubahan sinyal BoJ. Trader sebaiknya menyesuaikan ukuran posisi dengan volatilitas dan tidak mengejar pergerakan yang sudah terjadi. Level teknikal USD/JPY di sekitar 156 dan 159 tetap relevan sebagai acuan.
Dokumen resmi Outlook Report tersedia di Bank of Japan, dan statistik inflasi di Statistics Bureau of Japan.
Analisa ini bersifat informasi, bukan rekomendasi transaksi. Trading forex dan komoditas memakai leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa USD/JPY setelah keputusan BoJ?
Sekitar 157,1, turun dari sekitar 159 sebelum keputusan.
Berapa suku bunga BoJ setelah Oktober 2026?
Tetap 1,25%, dengan voting 8–1.
Berapa proyeksi inflasi inti BoJ untuk TA2027?
2,6%, dinaikkan dari proyeksi sebelumnya.
Mengapa yen menguat setelah BoJ menahan suku bunga?
Karena proyeksi inflasi naik, ada satu suara kenaikan, dan penjualan ETF dipercepat, sehingga pasar memperkirakan kenaikan semakin dekat.
Apa arti penjualan ETF yang dipercepat?
BoJ melanjutkan normalisasi kebijakan dengan mengurangi kepemilikan aset berisiko.
Kapan rapat BoJ berikutnya?
Desember 2026.
