Presiden Federal Reserve (The Fed) Philadelphia, Anna Paulson, memberi sinyal pada hari Kamis bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menurunkan inflasi. Ia mengakui bahwa kenaikan suku bunga pada bulan September membantu “menggeser kebijakan ke posisi yang lebih baik untuk melawan inflasi.”
Paulson, yang memulai masa jabatannya sebagai Presiden The Fed Philadelphia yang baru pada Juli 2025, awalnya cenderung dovish tetapi kemudian mengubah sikapnya, dengan mengatakan, “Saya akan mendukung melakukan apa yang diperlukan untuk membawa inflasi kembali ke 2%.”
Sorotan Utama Pernyataan Paulson
- Bank sentral AS mungkin perlu menaikkan suku bunga lagi untuk menurunkan inflasi.
- Kenaikan suku bunga September membantu menggeser kebijakan ke posisi yang lebih baik dalam memerangi inflasi.
- “Saya akan mendukung melakukan apa yang diperlukan untuk membawa inflasi kembali ke 2%.”
- Yang terbaik yang bisa dikatakan tentang inflasi adalah bahwa inflasi belum memburuk.
- Keseimbangan risiko inflasi bergeser menjelang pertemuan kebijakan September.
- Pengembangan AI membantu mendorong tekanan inflasi.
- Inflasi yang mendasari tetap sangat tinggi.
- Perekonomian tangguh, dan menunjukkan tanda-tanda momentum yang meningkat.
Konteks: Peran The Fed Philadelphia dalam Kebijakan Moneter AS
Federal Reserve Bank of Philadelphia adalah salah satu dari 12 bank Federal Reserve regional yang menjadi bagian dari struktur bank sentral Amerika Serikat. Presiden bank regional, seperti Anna Paulson, turut serta dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dan menyampaikan pandangannya terhadap arah kebijakan suku bunga, meski hak suara pada keputusan resmi FOMC berjalan melalui sistem rotasi tahunan di antara presiden bank regional non-New York.
Terlepas dari status hak suara pada tahun tertentu, pernyataan publik para presiden regional tetap dicermati ketat oleh pasar, karena mencerminkan pandangan internal The Fed yang dapat memberi petunjuk awal mengenai arah kebijakan sebelum keputusan resmi diumumkan.
Baca juga, Tiga Kali Kenaikan Suku Bunga, Satu Peringatan: Perjuangan Melawan Inflasi Belum Berakhir
Konteks: Kenapa Pergeseran dari Dovish ke Hawkish Penting Dicermati
Istilah dovish merujuk pada kecenderungan pembuat kebijakan yang lebih mendukung suku bunga rendah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara hawkish merujuk pada kecenderungan mendukung suku bunga lebih tinggi guna menekan inflasi. Ketika seorang pejabat yang sebelumnya dikenal dovish mulai menunjukkan sikap yang lebih hawkish, seperti yang tercermin dari pernyataan Paulson, pasar sering menganggapnya sebagai sinyal bahwa keseimbangan pandangan di internal The Fed secara keseluruhan turut bergeser ke arah yang lebih ketat, bukan sekadar pandangan satu individu semata.
Pergeseran semacam ini menjadi salah satu indikator yang digunakan pelaku pasar untuk memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan-pertemuan mendatang, di samping data ekonomi resmi seperti inflasi dan ketenagakerjaan
