emas

Harga Emas Masih Tertekan di Tengah Sinyal Dovish The Fed, Pelemahan Dolar AS, dan Risiko Geopolitik Global

Harga emas masih bergerak tertekan meski dolar AS melemah dan The Fed bernada dovish, seiring pelaku pasar menanti rilis data Nonfarm Payrolls AS.

Ekspektasi The Fed Dovish Tekan Dolar, Namun Belum Mampu Dongkrak Emas

Harga emas dunia (XAU/USD) masih bergerak dalam tekanan untuk hari kedua berturut-turut, meskipun mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS dan meningkatnya risiko geopolitik global. Pada perdagangan sesi Eropa awal hari Kamis, emas sempat memantul terbatas dari level terendah tiga hari, namun rebound tersebut belum cukup kuat untuk mengubah bias negatif pasar secara keseluruhan.

Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar yang memilih menahan diri dari posisi agresif menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat, khususnya laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang dijadwalkan rilis pada Jumat. Data tersebut dipandang krusial dalam menentukan arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) dan pergerakan dolar AS dalam jangka pendek.

Pasar saat ini semakin yakin bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali sepanjang tahun ini. Ekspektasi tersebut membuat dolar AS kesulitan melanjutkan penguatan yang sempat terjadi dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Secara teori, kondisi ini seharusnya menjadi sentimen positif bagi emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil dan cenderung diuntungkan saat suku bunga rendah.

Namun, kenyataannya, emas belum mampu menarik minat beli yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih meragukan waktu dan besaran pemangkasan suku bunga The Fed. Investor memilih menunggu kepastian tambahan dari data ekonomi utama sebelum mengambil keputusan besar.

Situasi ini diperparah oleh rilis data ekonomi AS yang bersifat campuran. Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa aktivitas sektor jasa AS justru meningkat secara tak terduga pada Desember. Indeks PMI Non-Manufaktur naik ke level 54,4 dari 52,6 pada bulan sebelumnya, menandakan sektor jasa masih ekspansif dan ekonomi AS relatif tangguh.

Data Ketenagakerjaan AS Campuran, Fokus Pasar ke NFP

Di sisi lain, indikator pasar tenaga kerja AS menunjukkan sinyal perlambatan. Laporan dari ADP Research Institute mencatat pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta AS hanya sebesar 41.000 pada Desember, jauh di bawah ekspektasi pasar dan lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Sementara itu, data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan turun menjadi 7,146 juta pada November, menandakan melemahnya permintaan tenaga kerja. Kombinasi data ini memperkuat ketidakpastian pasar terhadap kondisi ekonomi AS secara keseluruhan.

Dengan sinyal yang saling bertentangan tersebut, pelaku pasar kini sepenuhnya mengalihkan perhatian ke laporan Nonfarm Payrolls. Data NFP akan menjadi penentu utama ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed ke depan, sekaligus memengaruhi arah pergerakan dolar AS dan harga emas.

Risiko Geopolitik Tinggi, Namun Dampak ke Emas Terbatas

Dari sisi geopolitik, ketegangan global masih tinggi dan seharusnya mendukung emas sebagai aset safe haven. Ketidakpastian masih membayangi konflik Rusia–Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda menuju kesepakatan damai. Situasi di Timur Tengah, termasuk konflik di Gaza dan ketegangan di Iran, juga terus memicu kekhawatiran pasar.

Selain itu, pernyataan keras dari Presiden AS Donald Trump terkait kemungkinan tindakan militer terhadap Kolombia dan Meksiko, serta isu penguasaan Greenland oleh AS, menambah ketidakstabilan geopolitik global. Namun demikian, sentimen risiko tersebut belum cukup kuat untuk mendorong reli emas yang signifikan.

Pasar tampaknya menilai bahwa risiko geopolitik saat ini bersifat jangka pendek dan belum cukup untuk mengubah fokus utama yang masih tertuju pada arah kebijakan moneter AS.

Menanti Klaim Tunjangan Pengangguran AS

Dalam jangka sangat pendek, data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal Mingguan AS berpotensi memicu volatilitas intraday pada perdagangan sesi Amerika Utara. Meski demikian, data ini diperkirakan hanya memberikan dampak terbatas dibandingkan laporan NFP.

Secara keseluruhan, latar belakang fundamental yang ada membuat penurunan emas kemungkinan tetap terbatas, kecuali terjadi kejutan signifikan dari data ekonomi AS.

Analisis Teknikal: Risiko Penurunan Masih Terbuka

Dari sisi teknikal, emas menghadapi tantangan serius di area support penting sekitar $4.425. Level ini merupakan pertemuan antara Simple Moving Average (SMA) 100 jam dan level Fibonacci retracement 38,2% dari reli sebelumnya. Penembusan tegas di bawah area ini dapat memicu aksi jual lanjutan dan membuka peluang penurunan menuju level psikologis $4.400.

Indikator momentum juga mendukung skenario bearish. Indikator MACD berada di bawah garis sinyal dan di bawah level nol, dengan histogram negatif yang semakin melebar, menandakan penguatan momentum penurunan. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 40 dan terus menurun, menunjukkan tekanan jual masih dominan.

Di sisi atas, setiap upaya pemulihan diperkirakan akan menghadapi resistance kuat di sekitar level $4.450, yang merupakan area Fibonacci retracement 23,6%. Selama harga gagal menembus dan bertahan di atas level ini, potensi kenaikan emas diperkirakan tetap terbatas.

Pasar Bersikap Wait and See

Secara keseluruhan, harga emas masih berada dalam tekanan meskipun didukung oleh pelemahan dolar AS dan meningkatnya risiko geopolitik. Sikap wait and see mendominasi pasar menjelang rilis data Nonfarm Payrolls AS, yang akan menjadi katalis utama pergerakan harga dalam waktu dekat.

Selama belum ada kejelasan terkait arah kebijakan The Fed, emas kemungkinan akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah, sementara para pelaku pasar menunggu sinyal yang lebih tegas untuk menentukan arah selanjutnya.

One thought on “Harga Emas Masih Tertekan di Tengah Sinyal Dovish The Fed, Pelemahan Dolar AS, dan Risiko Geopolitik Global

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this content